Hamil Bikin Perempuan Lebih Cantik?

Kompas.com - 21/02/2011, 14:51 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Coba perhatikan penampilan Natalie Portman, Victoria Beckham, atau Kate Hudson saat ini. Tiga perempuan yang tengah mengandung ini ternyata justru tampak lebih cantik, lebih berseri, dan lebih memukau. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi sebagian besar orang: benarkah hamil membuat perempuan jadi lebih cantik?

Ternyata, tak semua perempuan memiliki keberuntungan tersebut. Dorongan hormon-hormon baru justru menyebabkan jerawat, varises, dan bahkan melasma (perubahan warna pada kulit). Ada beberapa mitos lain yang mungkin pernah Anda dengar mengenai perubahan fisik perempuan saat hamil. Mana yang benar, dan mana yang salah?

Rambut jadi lebih tebal. Benar, tapi... tidak seperti yang Anda bayangkan. Normalnya, rambut akan mengalami masa pergantian antara tumbuh dan beristirahat. Selama kehamilan, rambut akan lebih banyak memasuki fase istirahat. Artinya, rambut tidak akan rontok untuk memberi ruang bagi rambut baru untuk tumbuh. Akibatnya, rambut pun jadi terkesan lebih tebal. Namun, pada akhir kehamilan biasanya rambut akan kembali ke pola yang biasa. Jangan kaget bila Anda menemukan banyak helaian rambut di sisir ketika Anda menyikat rambut.

Saat hamil, rambut tak boleh dicat. Salah. Dapat dipahami jika ibu hamil ingin bersikap hati-hati dengan menghindari penggunaan bahan kimia ketika sedang hamil. Namun Anda tampaknya tidak perlu mengkhawatirkan urusan mengecat rambut, karena jumlah bahan kimia dalam cat rambut yang terserap ke dalam sistem sebenarnya sangat sedikit.

Kuku Anda tumbuh lebih kuat. Benar. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi, yang menyebabkan kuku tumbuh lebih cepat, dan kadang-kadang bahkan lebih kuat. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi jika kuku mendadak patah karena terbentur benda keras. Sebab, setelah dipotong kuku tak butuh waktu lama untuk kembali panjang.

Pelembab harus diaplikasikan secara rutin untuk mencegah stretch marks. Salah. Stretch marks kemungkinan besar ditentukan oleh genetik. Mengaplikasikan pelembab secara teratur mungkin memang akan membantu kulit menjadi lentur, dan akan mengurangi rasa gatal yang bisa disebabkan akibat kulit yang meregang terus-menerus. Namun, tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stretch marks jika secara genetik Anda memang mudah terkena.

Kulit wajah jadi sensitif. Benar. Jerawat yang tumbuh selama masa kehamilan adalah hal biasa. Fluktuasi hormon selama masa pubertas yang menjadi penyebab munculnya jerawat, ternyata juga terjadi saat Anda hamil. Apalagi bila kulit Anda memang cenderung berjerawat, maka jerawat kehamilan ini akan bertambah parah. Toh, konsultasi dengan ahli dermatologi tetap bisa membantu mengurangi jerawat selama kehamilan ini. Ada kok, obat-obatan atau krim yang aman dipakai selama kehamilan. Bila tidak mengganggu sih, lebih baik jerawat hamil tersebut dibiarkan saja. Kelak, ia akan menghilang dengan sendirinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X