Hati-hati Trik Calo Tiket di Java Jazz

Kompas.com - 05/03/2011, 16:17 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

JAKARTA, KOMPAS.com - Mau dapat tiket murah nonton penampilan musisi jazz top mancanegara sekelas Carlos Santana, George Benson, Colin Bailey Rae dan Maurice Brown? Datanglah ke Jakarta International (JI) Expo, Kemayoran Jakarta, tempat berlangsungnya Java Jazz Festival setelah pukul 23.00.

Itulah kata-kata yang mungkin dipakai para calo tiket Java Jazz seandainya mereka diberi kesempatan berpromosi.

Jika Anda mendapat tawaran seperti itu, berhati-hatilah karena Anda bisa saja tertipu. Sejumlah pengunjung pada Jumat (4/3/11), terutama Santana-mania telah menjadi korban pada malam pembukaan.

Jefry, seorang pencinta Jazz, terlihat kesal. Ia mencari calo yang sebelumnya menjual tiket masuk seharga Rp 100 ribu. Saat didekati, ia mengaku ingin meminta kembali uangnya. "Penampilan Santana sudah berakhir setengah jam lalu. Calo itu sudah menipu saya," kata Jefry yang memang mengidolai Carlos Santana, gitaris sekaligus komposer asal Meksiko. Ia baru tiba sekitar jam 23.00 WIB di arena JI EXPO.

Dalam penelusuran Kompas.com, belasan calo terlihat aktif mendekati pengunjung mulai dari gerbang masuk JI Expo hingga tempat pemeriksaan tiket masuk. "Santana, Bailey (Corinne Bailey Rae), seratus ribu aja, bang," kata salah seorang calo.

Saat ditanyai kenapa menjual tiket dengan harga miring, ia berkilah hal itu terpaksa ditempuh sebelum tiket-tiket tersebut hangus. Namun, begitu dikonfirmasi bahwa penampilan Santana telah berakhir, si calo langsung menghindar pergi.

 

Pengalaman lain dialami oleh Nina, bukan nama sebenarnya. Ia terlihat kesal karena tiket yang dibelinya ditolak oleh petugas pengecekan. "Menurut petugas, tiket ini sudah nggak berlaku karena sudah digunakan orang sebelumnya," kata Nina. Dengan nada kesal, ia menuntut si calo mengembalikan uang sejumlah Rp 300 ribu yang dibayar sebelumnya.

Beberapa menit kemudian, seorang warga negara asing terlihat sedang terlibat pertengkaran dengan beberapa orang calo. Sambil menuding salah seorang calo, ia terus mengulang kalimat yang sama, "Anda telah menipu saya!" Tiketnya dinyatakan tidak valid karena sudah digunakan sebelumnya.

Lebih lagi, tiket nonton Carlos Santana yang dibelinya tidak berguna lagi. Pasalnya, penampilan Santana sudah lama berakhir. Melalui seorang temannya, warga Indonesia, ia menuntut uang tiketnya dikembalikan si calo.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X