Istri Dicela, Nicolas Sarkozy Mengamuk

Kompas.com - 08/04/2011, 14:26 WIB
EditorEgidius Patnistik

PARIS, KOMPAS.com — Presiden Perancis Nicolas Sarkozy berang dan mengancam akan "menghancurkan wajah" seorang editor bidang politik sebuah majalah dalam percakapan selama 40 menit setelah majalah itu menyebut Carla Bruni seorang penggoda lelaki (maneater).

Kejadian tersebut terjadi tahun 2008. Demikian terungkap dalam sebuah biografi yang baru diluncurkan, sebagaimana dilaporkan The Telegraph, Kamis (7/4/2011). Ancaman Sarkozy itu dipicu oleh sebuah artikel di majalan berita Perancis, Le Point, yang menawarkan "24 tips bagi Sang Presiden menjelang pernikahannya dengan Mademoiselle Bruni". Salah satu tips berbunyi, "Jangan memperkenalkan istri baru Anda kepada putra-putra Anda, Barack Obama, atau laki-laki tampan."

Dalam sebuah buku baru berjudul M Le Presiden, Franz-Olivier Giesbert selaku Direktur Le Point membeberkan apa yang dia katakan sebagai semburan kata-kata kemarahan dari Presiden Sarkozy terkait artikel tersebut. Sarkozy menelepon tidak lama setelah majalah Le Point edisi Januari 2008 beredar. Menurut Giesbert, Sarkozy memulai dengan sedikit basa-basi sebelum kemudian tiba-tiba berubah jadi naik pitam.

"Artikel itu sampah dan saya harus menampar wajahmu," kata Sarkozy sebagaimana dituliskan Giesbert.

Giesbert menjawab, "Apakah Anda mengancam saya?" Sarkozy menyerang balik, "Kau yang menginginkan itu."

"Tidak ada alasan Anda dan Carla untuk merasa tersinggung," jawab Giesbert.

"Saya yakin Anda sendiri akan meledak jika saya menulis bahwa istri Anda seorang pelacur dan semua orang telah tidur denganya, bahkan (dia) ingin berhubungan seks dengan anak-anak Anda," lanjut Presiden Perancis itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Majalah kami tidak pernah menyebut Carla pelacur," jawab Giesbert.

Nyonya Bruni-Sarkozy, 43 tahun, diketahui punya hubungan spesial dengan sejumlah selebriti, termasuk Mick Jagger, Eric Clapton, dan Donald Trump, sebelum menikahi Sarkozy lebih dari dua tahun lalu. Pengakuan pra-nikahnya bahwa ia "mudah bosan dengan monogami" telah menjadi kutipan yang terkenal.

Sarkozy mendesak majalah itu menerbitkan permintaan maaf tertulis, tetapi ditolak. "Anda akan lihat apa yang akan saya lakukan terhadap Anda," ancam Sarkozy terhadap Giesbert. Menurut Giesbert, Presiden itu kemudian berusaha untuk menekan pemilik Le Point, yaitu miliader di bidang barang-barang mewah, François Pinault, untuk memecat Giesbert, tetapi itu juga tidak berhasil.

Giesbert mengatakan, Nyonya Bruni-Sarkozy sendiri yang kemudian meredakan situasi dengan mengambil telepon, lalu berkata, "Maafkan dia. Tapi Nicolas memang sedang begitu jatuh cinta, jadi Anda tahulah. Dia tidak mau orang menulis hal-hal seperti ini tentang saya."

Giesbert, 62 tahun, seorang penulis terkenal. Ia menulis biografi yang menggigit nan akurat tentang presiden sosialis Perancis yang terakhir François Mitterrand. Biografi pendahulu Sarkozy itu, Tragedi Presiden, merupakan buku laris. Di situ, Giesbert menggambarkan Chirac sebagai "raksasa" yang terobsesi seks yang "meneguk semuanya" tapi "tidak mempertahankan apa pun, bahkan teman-temannya".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.