Keluarga Arumi Jebol Pagar LPSK

Kompas.com - 14/04/2011, 20:57 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Habis sudah kesabaran keluarga pemain film yang juga model iklan Arumi Bachsin. Sejak pukul 10.00, keluarga bintang film 18+ itu datang bersama puluhan anggota organisasi massa Lepas ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk meminta paksa Arumi segera pulang ke rumah.

"Mereka datang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak unjuk rasa yang pertama. Mobil pengeras suaranya juga ada, terus Anwar Fuadi juga ada," ujar petugas keamanan Gedung LPSK kepada Kompas.com di LPSK, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2011) malam.

Sejak pagi, keluarga Arumi beserta anggota Lepas berorasi di depan pagar Gedung LPSK. "Mereka teriak-teriak, biasalah minta Arumi pulang," ujar petugas keamanan itu.

"Mana orasinya bikin nyelekit (sakit hati), apalah itu sampai bilang Lembaga Pekerja Seks Komersil, inikan nyeleneh," keluhnya.

Menjelang sore, aksi unjuk rasa semakin menjadi. Pagar Gedung LPSK pun menjadi sasaran amuk massa. "Kami kaget karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya karena infonya keluarga Arumi mau ke Polda mencabut SP3," kata petugas keamanan itu lagi.

"Akhirnya klimaksnya sekitar pukul 13.00, pagar yang di depan sana jebol dioyak-oyak. Ya namanya juga pagar tua," lanjutnya.

Daripada keadaan semakin memburuk, akhirnya pihak LPSK menerima perwakilan keluarga Arumi untuk masuk ke dalam gedung. "Nah, dari dalam (pihak LPSK) akhirnya menerima keluarga Arumi. Tetapi yang repotnya yang unjuk rasanya ini pada mau masuk semua. Tapi untuk Polres Menteng sigap kok, banyakan jumlah polisinya," jelas petugas keamanan tersebut.

"Ini baru kejadian di kasus Arumi saja, sebelumnya aman-aman saja. Sudah kebangetan ini, semestinya Arumi jangan begitu, durhaka!" keluhnya.

Hingga pukul 20.00, petugas keamanan Gedung LPSK berhasil menghalau beberapa keluarga Arumi yang masih bertahan di pelataran parkir. "Masih ada sisa-sisanya yang bertahan, tetapi saya sudah suruh balik. Kantor LPSK sudah tutup, mereka mau kok nerima karena dibilangin baik-baik, apalagi Arumi juga enggak ada di sini," kata petugas jaga malam itu. 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

    Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

    Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

    Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

    Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

    Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

    Budaya
    In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

    In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

    Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

    Budaya
    Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

    Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

    BrandzView
    Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

    Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

    BrandzView
    Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

    Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

    Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

    Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

    Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

    Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

    Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

    Budaya
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X