Merasa Dipermainkan, Powerslaves Hentikan Pertunjukan

Kompas.com - 17/07/2011, 13:13 WIB
EditorAti Kamil

KENDAL KOMPAS.com -- Band rock n' roll dari Semarang yang pernah terkenal lewat album Metal Kecil (1994), Powerslaves, menghentikan pertunjukan mereka yang belum kelar di Gedung Olahraga Bahurekso, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (16/7/2011) malam. Grup yang lahir pada 1991 tersebut turun panggung sebelum waktunya, gara-gara sound system bermasalah.

Powerslaves--Heidy Ibrahim (vokal), Anwar Fatahilah (bas), Acho Jibrany (lead guitar), Wiwiek Sudarno (keyboard), Robby No Limit (gitar pendukung), dan Firdy (drum pendukung)--hanya menyuguhkan empat lagu. Padahal, dalam jumpa pers Sabtu siang, mereka menjanjikan akan menyajikan 14 lagu. Mereka terpaksa berhenti bermain karena sound system tak memenuhi syarat untuk menunjang penampilan mereka.  

Tanda-tanda sound system bermasalah sudah terlihat sejak sound check. Waktu tes sound dimulai, yang dijadwalkan pada Sabtu sore, molor sampai kira-kira pukul 19.45 WIB,  menjelang Powerslaves seharusnya tampil. Hingga pukul 21.00 WIB pun, sound check belum kunjung beres. Musik belum juga terdengar.

Para personel Powerslaves tampak sempat jengkel. Bahkan, ketika tes sound, Wiwik sempat turun panggung, karena bunyi keyboardnya tidak masuk ke sound system.

Para penonton asal Kendal dan sekitarnya, yang berjumlah ratusan orang dan telah menunggu sejak pukul 19.00 WIB, mulai berteriak-teriak. Beberapa band lokal yang dijadwalkan membuka konser tersebut pun sudah harus tampil. Akhirnya, sound check dihentikan.  

Dengan sound seadanya, konser Powerslaves itu dibuka oleh grup Green Organic, yang membawakan lagu-lagu "Sudah Kubilang" dan "Sayang Kamu", serta band-band Kereta Rock N Roll dan Rock Star. "Kacau, sound tidak keluar. Anak-anak asuh saya jadi panik dan tidak bisa main dengan maksimal," kata Kristanto, pengasuh Green Organic.

Kira-kira pukul 21. 45, Powerlaves akhirnya naik ke pentas. Sebetulnya, grup yang akan merilsi album baru pada 2012 tersebut belum puas akan sound itu. Namun, mereka tetap  manggung. "Selamat malam Kendal. Kami akan main sebaik mungkin, meskipun sound system tidak maksimal," seru vokalis Power Slaves, Heidy Ibrahim. Lalu, ia pun membuka penampilan Powerslaves dengan lagu "Inside".

Apa yang tak mereka inginkan terjadi. Sound system bermasalah. Vokal Heidy serta bunyi gitar pendukung dan keyboard tidak keluar maksimal. Yang terdengar hanya suara drum dan lead guitar.

Selesai menyanyikan lagu pertama, Heidy sempat berteriak kepada petugas sound system agar volume mikrofonnya dinaikkan. Setelah sound sedikit normal, Heidy menggulirkan "Impian". Para penonton pun tampak agak terhibur.

Tapi, sesudahnya, sound system bermasalah lagi. Mula-mula Powerslaves hampir turun panggung. Namun, setelah Anwar dengan Heidy berembuk, akhirnya mereka meneruskan penampilan mereka dengan lagu-lagu "Metal Kartoon" dan "Retorika". Sesudah itu, baru mereka meninggalkan pentas dan pulang ke hotel tempat mereka menginap. "Kami merasa dipermainkan oleh event organiser yang mengundang kami. Sound system yang disediakan untuk kami tampil sangat jelek, paling jelek di antara sound system yang pernah kami pakai saat tampil sepanjang karier saya dengan Powerslaves," kata Anwar.

Beruntung, para penonton memaklumi kondisi tersebut dan tidak marah. Mereka pulang tanpa membuat keributan, meski kecewa.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X