Pop 1990-an dan Cerita Cinta ala Storia

Kompas.com - 08/12/2011, 12:38 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Tema cinta menjadi menu utama band pendatang baru dalam industri musik rekaman Indonesia, Storia. Grup yang dibentuk di Jakarta pada 2009 dan mengusung musik pop 1990-an dengan formasi Witrie (22, vokal), Joel (25, bas), Aldhan (25, keyboard), Kitut (25, keyboard), dan Rama (26, drum) ini banyak bercerita tentang cinta ala mereka dalam album perdana mereka yang bertajuk Cerita.

"Kata Storia berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti cerita. Jadi, kami pengin membagi cerita kepada orang yang mendengarkan musik kami," jelas Witrie membuka acara bincang-bincang sambil menyajikan musik akustik dalam Kompas.com Music Corner, yang disiarkan langsung oleh Radio Sonora, 92.0 FM, Rabu (7/12/2011) siang, dari kantor Kompas.com, Jakarta.

Kisah cinta Storia dibuka dengan lagu "Benar-benar Sayang Kamu" (BBSK), yang menjadi single pertama album Cerita. "Awalnya kami pengin menciptakan single pertama kami yang ceria dan temanya cinta-cintaan. Jadi, kami bertiga menciptakan lagu ini," terang Rama.

Lebih jauh, dalam Kompas.com Music Corner, yang mengudara sebulan sekali bersama Radio Sonora, 92.0 FM, band yang terbentuk pada 9 November 2009 ini  pun merangkum cerita cinta ke dalam lagu "Cerita". "Mulai dari ngejar-ngejar, putus, atau hubungan jarak jauh, semuanya ada rangkumannya di lagu 'Cerita'," kata Joel.

Untuk mencipta lagu yang dinyanyikan oleh Witrie dengan suara merdunya itu, para personel Storia banyak mendapat inspirasi di tengah malam ketika mereka sedang berkumpul bersama. "Kebanyakan inspirasi kami dapat jam 12 malam ke atas. Memang, kami semua kalong. Jadi, awalnya kami sering kumpul bareng jam 10 malam, habis itu nge-jam bareng, kumpulin liriknya. Setelah jadi, kami rekam demonya, lalu 'dibungkus'," kata Joel lagi.

Musik era 1990-an dengan musik bertumpu pada permainan keyboard dipilih oleh Storia untuk mengemas cerita cinta mereka. "Jadi, kami semua banyak mendengar lagu di zaman itu. Kami rasa, lagu 98 Degrees yang power-nya ada di keyboard itu bagus banget. Jadi, sepertinya bagus kalau kami mainkan musik kami dengan power di dua keyboard," jelas Joel.

Meski begitu, bukan berarti Storia tak memberi tempat bagi permainan gitar. "Kami sebenarnya punya beberapa konsep. Yang pertama itu mini set. Jadi, kami main dengan dua keyboard dan mini drum, sedangkan konsep yang satunya lagi itu full band (dengan gitar)," jelas Joel lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X