Oppie Andaresta: 2012, Buku dan Lagu Lingkungan Hidup untuk Anak

Kompas.com - 08/12/2011, 16:37 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Membangun kesadaran orang dewasa untuk mencintai lingkungan hidup tak mudah. Itu membuat vokalis Oppie Andaresta (38) melakukan pendekatan lain. Ibu satu anak ini, yang kini mengemban tugas sebagai salah seorang duta lingkungan hidup di negeri ini, membidik edukasi usia dini mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.

"Anak-anak itu lebih mudah dibangun kesadarannya daripada orang dewasa. Karena itu, saya lebih tertarik membangun kesadaran anak-anak akan pentingnya lingkungan hidup," jelas Oppie ketika berbincang dengan Kompas.com di Jakarta baru-baru ini.

Untuk itu, Oppie segera mewujudkan apa yang sudah disimpannya sejak kira-kira dua tahun lalu. "Ini sebenarnya project dua-tiga tahun yang lalu. Tapi, kemudian (tahun ini) saya diangkat jadi duta. Jadi, project ini saya realisasikan. Saya bikin buku dan CD untuk anak TK sampai SD, umur empat sampai 12 tahun. Itu buku tentang lingkungan hidup dan kebetulan saya jadi duta lingkungan hidup tahun ini," terangnya.

Buku cerita tentang lingkungan hidup setebal 32 halaman itu, yang dummy-nya sudah jadi, dilengkapi dengan gambar-gambar ilustratif oleh Stella. "Aku jadi tokoh kartun, punya anak dua. Yang satu namanya Bejo. Nama anakku kan Bejo (Kai Matari Bejo Kaler). Jadi, ceritanya, di situ ada rumah pohon, pekarangannya luas, pokoknya persis rumahku saja. Dulu kan rumah pohon itu kayaknya wow, gimana banget buat anak kecil. Nah, kebetulan ilustratornya ini lagi hamil, jadi sisi keibuannya dapat banget untuk memberi sesuatu untuk anak," kisah istri dari Kurt Kaler ini.

Dengan gaya bertutur sederhana, Oppie berusaha menuangkan pikiran anak ke dalam buku itu. "Banyak personifikasi di dalamnya, misalnya saya bilang, 'Pohon adalah teman kita, pohon bisa begini-begini (banyak manfaat bagi kehidupan). Jadi, kita jangan cuma menanam pohon, tapi juga memeliharanya.' Memberitahunya dibikin mudah, sehingga ramah lingkungan menjadi mudah dilakukan sehari-hari," jelas Oppie.

Bukan anak saja yang menjadi sasarannya. Orangtua juga diharapkan bisa memahami tema-tema "Menanam Pohon", "Reduce, Re-use, Recycle", "Save Energy", dan "Sampah" ketika mereka mendampingi buah hati mereka membaca buku karangan Oppie tersebut. "Jadi, kalau orangtua terlibat, itu akan lebih bagus. Persoalannya adalah, apakah orangtua mengerti masalah seperti ini? Kadang orangtua tidak mengerti persoalan yang lagi hit. Mudah-mudahan buku ini bisa bermanfaat bagi orangtua juga dalam mendidik anak," harap Oppie.

Buku tersebut akan dilengkapi oleh Oppie dengan lagu-lagu anak dalam CD. "Lagu-lagu anak, yang nyanyi saya dan anak-anak. Isunya juga tentang lingkungan hidup. Lagu-lagunya, yang menarik, diaransemen dengan hip hop, rock n' roll, ada juga perkusi yang sangat Indonesia. Saya sudah kumpulin lagu ini tiga tahun. Biasanya, satu tahun satu album. Jadi, ini istilahnya, kalau pupuk kompos itu sudah matang sekali," katanya.

Meskipun lagu-lagu itu ditujukan untuk anak, Oppie memberi aransemen hip hop, rock n' roll hingga blues untuk lagu-lagu tersebut. "Saya kepengin, misalnya, ada bagian gitar nanti yang isi Gugun, yang gitaris Blues Shelter, terus bagian piano nanti ada Indra Lesmana. Secara musikalitas, saya pengin memberi sesuatu yang bagus buat anak sambil dibungkus isu lingkungan hidup," jelasnya. "Saya banyak mendengar lagu anak dari luar (negeri). Itu dia bedanya, lagu anak Indonesia dengan anak luar. Mereka melihat anak punya kemampuan yang sama dalam hal menyerap musik, cuma memang ada formulanya sendiri, seperti dengan sound yang lucu. Saya mau seperti itu," lanjut Oppie.

Oppie berharap buku karangannya sudah bisa terbit pada awal 2012. "Sudah jadi dummy, tinggal ke percetakan. Mungkin diterbitkan Januari (2012). Cuma, untuk judul saya masih menunggu wangsit saja," tuntasnya dengan bumbu canda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.