Fadly Kangen Manggung Bareng PADI

Kompas.com - 07/02/2012, 16:01 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap kali tampil sendirian di pentas musik, Andi Fadly Arifuddin alias Fadly (36)—vokalis grup musik PADI—selalu kangen dengan PADI. Bahkan, meski pemain bas PADI, Rindra Risyanto Noor (39), mengiringinya bernyanyi, Fadly tetap kesepian.   

"Kebahagiaan saya itu rasanya enggak sempurna (kalau tidak tampil bersama PADI)," kata Fadly saat ditemui seusai menjadi bintang tamu Grand Final Dai Muda Pilihan di antv Epicentrum Studio Complex, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (5/2/2012).

Malam itu Fadly tampil bersama Rindra. Saat PADI vakum selama dua tahun terakhir, mereka memang kerap manggung berdua. Sebelumnya, selama 15 tahun, Fadly selalu bersama rekan-rekannya di PADI, yakni Satriyo Yudi Wahono alias Piyu (gitar), Rindra, Ari Tri Sosianto (gitar), dan Surendro Prasetyo alias Yoyo (drum). Fadly tidak bisa memastikan kapan PADI bermusik bersama lagi karena setiap personel PADI memiliki kesibukan masing-masing.

Saat ini Fadly sedang sibuk menyelesaikan album solonya. Dia juga mempromosikan Rindra, Piyu, Ari, dan Yoyo, yang baru selesai menjalani hukuman di pusat rehabilitasi narkoba di Lido, Bogor. "Nanti ada masanya band PADI kembali," ujar Rindra, yang berada di samping Fadly.

Meski belum bisa manggung bersama lagi, Fadly dan Rindra bersyukur karena PADI tetap bertahan. "Yang penting, kami tetap bertahan dengan formasi berlima ini," kata Rindra.

Bisa bertahannya PADI, kata Fadly, tak terlepas dari peran Sobat PADI—sebutan untuk para penggemar PADI. "Mereka itu mencintai kami karena karier, bukan karena sosok," ujarnya seraya menegaskan lagi harapannya, PADI sesegera mungkin kembali berkarya seperti dulu.

Di Facebook, kata Fadly dan Rindra, mereka menemukan akun bersama Gerakan PADI Bikin Album Lagi. Selain itu, setiap kali tampil, mereka sering ditanya oleh para penggemar, kapan akan kembali. "Saya hanya bisa menjawab, 'Doakan saja, mungkin sekarang belum saatnya'," ujar Fadly.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

PADI sudah menghasilkan banyak album—Lain Dunia (1999), Sesuatu yang Tertunda (2001), Save My Soul (2003), PADI (2005), Tak Hanya Diam (2007), dan Shalawat Album (2010). Album Sesuatu yang Tertunda berhasil terjual 1,6 juta kopi. Pada tahun 2002, PADI mendapat penghargaan 10 platinum. (kin)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.