Ketika Artika Sari Devi Membidik Bisnis Baju Anak

Kompas.com - 09/03/2012, 14:13 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Bisnis menjadi investasi yang banyak dipilih untuk menyiapkan finansial di masa mendatang. Namun mencapai tujuan finansial tertentu bukan satu-satunya alasan bagi Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi, untuk kemudian memilih menjalani bisnis baju anak. Baginya, terbatasnya ketersediaan baju anak usia 2-10, dan terbukanya celah pasar yang luas di lini ini, menjadi alasan baginya untuk menggeluti bisnis apparel khusus anak-anak untuk berpenampilan sesuai usia dan karakternya.

"Anak-anak punya gaya sesuai usianya, bukan memakai baju bergaya dewasa. Anak-anak juga sudah bisa memilih pakaian yang nyaman untuk dirinya," kata Artika kepada sejumlah media di Jakarta, menjelaskan alasan di balik kegiatannya berbisnis busana anak.

Bisnis baju anak yang dijalankan Artika, sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan anak. Baginya, anak-anak berhak menentukan pilihan untuk busana yang dipakainya. "Anak-anak sekarang cerdas, bisa memilih, dan harus memakai baju yang disukainya. Anak-anak juga memilih pakaian yang akan dikenakannya," jelas ibu satu anak ini.

Mengajak anak memilih sendiri pakaiannya dapat menjadi cara orangtua mengenalkan anak dengan ragam gaya busana, sekaligus mengajarkan anak menyesuaikan busana dengan kegiatannya. "Anak-anak dua tahun sudah bisa protes mengenai busana yang dipakainya. Kadang busana yang disukainya, itu-itu saja yang dipakainya, tapi kan tidak semua busana bisa dipakai di segala suasana. Anak-anak bisa belajar menyesuaikan busana dengan kegiatan, melalui pengenalan ragam gaya busana," tuturnya.

Label fashion khusus anak-anak milik Artika diberinya nama Sugar Bebe. Sejak merilisnya pada 2011 lalu, Artika memasarkan produknya melalui pameran terutama di kegiatan yang banyak melibatkan orangtua-anak.

Kalau Artika punya ide bisnis untuk memberikan solusi baju anak, kira-kira ide apa yang muncul di pikiran Anda untuk mulai berwirausaha? Ide bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk dari kebutuhan sehari-hari Anda. Namun tentunya Anda perlu pintar-pintar membaca peluang pasar. Seperti Artika yang jeli melihat potensi pasar di kebutuhan pakaian anak yang sesuai dengan dunia dan usianya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X