Dinda Merasa Nikmat dan Ketagihan

Kompas.com - 10/04/2012, 04:02 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran Dinda Kanya Dewi semula merasa deg-degan ketika kali pertama menempa diri menjadi sutradara film pendek Malam Ini Aku Cantik yang menjadi bagian dari film omnibus Sanubari Jakarta.

Namun, sejalan dengan waktu, rasa deg-degan itu akhirnya berubah menjadi kenikmatan bagi Dinda. "Awalnya deg-degan sih. Tapi dengan proses (belajar) berbulan-bulan, gue jadi merasa nikmat, dan jadi ketagihan (menjadi sutradara)," kata Dinda dalam wawancara di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2012) kemarin.

Selain menjadi sutradara untuk film pendek perdananya, Dinda juga belajar mengatur pengeluaran biaya produksi film yang murni dari koceknya sendiri. "Sedikit demi sedikit gue tabung, yah gue pas-pasin aja," tutur Dinda.

Di luar itu, Dinda tak menutup mata jika filmnya yang ide cerita mengenai kehidupan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) itu memiliki potensi munculnya pandangan pro dan kontra. "Kalau masalah pro-kontra pasti ada. Jadi ya biarin aja. Kalau setuju oke, kalau enggak, ya sudah," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X