Kecewa kepada PSSI, Arema IPL Ancam Mogok

Kompas.com - 08/06/2012, 17:14 WIB
EditorHery Prasetyo

MALANG, KOMPAS.com - Arema Indonesia mengancam akan mogok main saat melawan Semen Padang dalam laga lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) pada Sabtu (9/6/2012) sore di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur. Penyebabnya, Arema kecewa kepada PSSI dan PT LPIS yang mengeluarkan kebijakan hukuman pada dua pemain Arema, yakni Eka Hera dan Hermawan dengan tak boleh main dalam tiga pertandingan IPL dan Piala Indonesia serta didenda masing-masing pemain senilai Rp 50 juta.

Keduanya dinyatakan melawan wasit saat pertandingan melawan PSM Makasar beberapa pekan lalu dalam laga Piala Indonesia. Dalam jumpa pers di kantor Arema, di Jalan Jakarta, Kota Malang, Jumat (8/6/2012) sore, Media Officer Arema IPL, Noor Ramadhan menyatakan, technical meeting pertandingan Arema melawan Semen Padang yang sedianya digelar satu hari sebelum pertandingan tidak diadakan.

"Hari ini memang tak ada technical meeting. Karena Arema melakukan aksi protes ke PSSI dan LPIS yang tak melakukan sistem secara benar dan profesional," tegas pria yang akrab disapa Nunun itu.

Pihak Arema, jelasnya, akan memboikot kompetisi sampai sistem adil sesuai dengan hukuman yang berlaku. "Kita sudah mengajukan protes kepada Komisi Banding dan sampai sekarang belum ada tanggapan. Jadi, kami tak akan main melawan Semen Padang," tegasnya.

Kalau soal kesiapan panitia pelaksana pertandingan, kata Nunun, sudah siap seperti biasanya. Bahkan tim juga sudah mempersiapkan diri. Tinggal menunggu bagaimana respons dari PSSI.

"Selama belum ada respons dari PSSI atau LPIS, kami akan mogok," ancamnya.

Ditanya kapan mogok atau boikot berlangsung, Nunun mengaku belum bisa memastikan. "Aksi boikot akan dilakukan sampai sistem adil sesuai dengan hukuman yang berlaku. Apa yang dilakukan PSSI sungguh ironis saat tim ini sedang konsisten. Di AFC bagus, Piala Indonesia sampai 8 besar, di kompetisi IPL masih bersaing, PSSI atau LPIS yang tidak beres?" gugatnya.

Manajemen Arema telah mengirimkan semua bukti rekaman video kepada PSSI dan LPIS saat pertandingan Arema lawan PSM Makassar di Makassar beberapa waktu yang lalu. "Bahkan kami juga sudah membayar 10 juta rupiah untuk proses banding. Tapi, justru protes kami tak dihiraukan. Ini yang membuat manajemen sangat kecewa," katanya.

Nunun menambahkan, manajemen Arema juga sudah mengajukan protes terkait padatnya jadwal kompetisi yang harus dilakoni Arema. Namun, PSSI dan LPIS juga masih belum memberikan respons. "PSSI dan LPIS seakan menutup mata tentang apa yang dialami Arema saat ini. Kalau seperti ini kapan sepak bola Indonesia akan profesional," katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X