Pelapor Tak Gentar Hadapi "Serangan" Balik Dewi Perssik

Kompas.com - 29/06/2012, 07:27 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Muhammad Zainal Arifin, pelapor Dewi Perssik (DP) dan KK Dheeraj terkait dugaan promo ngibul film Mr.Bean Kesurupan DP, mengaku sudah menyiapkan satu senjata apabila DP melaporkan balik dirinya atas tuduhan pencemaran nama baik.

Saat ditanya apa senjata yang disiapkan untuk mereka, Zainal enggan menjawabnya. "Ini bukan mencemarkan nama baik. Saya bertindak berdasarkan fakta-fakta. Saya nggak khawatir apabila dia (DP) melaporkan saya atas tuduhan pencemaran nama baik. Saya sudah siapkan satu senjata," tegas Zainal Arifin, saat ditemui Kompas.com di sela-sela pemeriksaanya sebagai saksi di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/6/2012) siang.

Pemeriksaan yang dilakukan terhadapnya itu berhubungan dengan film terbaru DP yang dinilai ada unsur penipuan publik. Pasalnya, dalam promosi  yang dilakukan pihak DP dan produser KK Dheeraj, mereka sesumbar di banyak media bahwa di film itu juga dibintangi bintang film asal Inggris aktor Rowan Atkinson atau Mr.Bean.

Zainal Arifin menegaskan, sebetulnya yang paling bertanggung adalah pihak pengusaha, dalam hal ini KK Dheeraj sebagai produser film itu. Tetapi menurutnya, DP juga terlibat karena terbilang turut serta membantu tindakan penipuan. "KK Dheeraj pelaku utama. Sedangkan DP pelaku turut serta," ujarnya.

Ia optimis laporannya akan terus ditindaklanjuti terlebih pelaporannya terhadap KK Dheeraj. "Menurut saya DP bisa dikenakan penyertaan sesuai dengan Pasal 103 KUHP Jo Pasal 55 KUHP terkait penyertaan yang juga berlaku dengan tindak pidana lain. Karena DP terbilang turut serta," pungkas Zainal.

Seperti diberitakan, pada 8 Juni 2012 pelapor menonton film yang diperankan DP di XXI Kalibata Mall, Jakarta Selatan. Dalam promosinya, DP dan Dheeraj menyatakan DP akan beradu akting dengan aktor international Rowan Atkinson atau Mr.Bean. Tetapi ternyata hingga film selesai yang ada hanyalah sosok pria mirip Rowan Atkinson. Pelapor merasa kecewa dan tertipu. Akhirnya pelapor mengadu ke Polda Metro Jaya tanggal 11 Juni 2012 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.