"The Amazing Spider-Man" Dipuncak "Box Office"

Kompas.com - 09/07/2012, 15:20 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Seperti yang diduga banyak orang, The Amazing Spider-Man berhasil mencuri perhatian di box office tangga film di wilayah Amerika Utara. Pada pemutaran pekan perdananya, film reboot Spider-Man ini mampu meraup pendapatan sebesar 65 juta dollar AS. 

Selasa (3/7/2012) lalu, waralaba Spider-Man yang penayangannya dilakukan di 4.318 biosko[ di Amerika Serikat dan Kanada,  mendapatkan perolehan pendapatan awal yang hebat, yakni 7,5 juta dollar pada pemutaran tengah malam, sama dengan pendahulunya pada 2007, Spider-Man 3.

Berdasarkan sejumlah ulasan para kritikus film dan respon para penontonnya, film The Amazing Spider-Man mendapatkan sambutan bagus. Terbukti, selama enam hari pemutaran di Amerika Utara perolehan pendapatan mencapai 140 juta dollar dan 200 juta secara internasional. Hasil ini masih akan terus meningkat dan diperkirakan mengumpulkan 341,2 juta dollar di seluruh dunia.

Film yang disutradarai Marc Webb ini menyerahkan peran utamanya kepada Andrew Garfield dan Emma Stone. Berbeda dengan film sebelumnya yang dibintangi Tobey Maguire dan Kirsten Dunst.

 Reboot  tersebut mengungguli dua waralaba segar lain, yakni Batman Begins--yang dibuka dengan 48,7 juta dollar dalam tiga hari pertama pada 2005 dan X-Men: First Class dengan debutnya sebesar 55,1 juta dollar tahun lalu. Tetapi film Spider-Man pertama yang disutradarai oleh Sam Raimi merupakan film perdana yang mampu mencapai lebih dari 100 juta dollar di pasar domestik.

Posisi kedua ditempati film komedi dari Universal Pictures, Ted, yang masih menunjukkan performa bagus pada pekan kedua.
Film kategori-D, yang menceritakan seorang pria dan boneka beruang yang suka berkata kotor, telah menghasilkan 32,6 juta dollar pada pekan kedua dan dengan penghasilan total sepuluh hari mencapai 120,2 juta dollar.

Film animasi Pixar dan Disney, Brave, tentang petualangan seorang putri yang hebat, juga cukup berhasil. Film tersebut meraup 20,2 juta dollar untuk menempati posisi ketiga, dengan total pendapatan selama tiga pekan di pasar domestik sebesar 174,5 juta dollar.

Disney yang ditopang dengan The Avengers, yang memperoleh pendapatan kotor 611 juta dollar di dalam negeri, menjadi studio pertama yang melewati pendapatan satu miliar dollar di pasar box office Amerika Serikat dan Kanada pada 2012.

Film Universal Savages, yang digarap oleh sutradara Wall Street, Oliver Stone, menempati posisi keempat dengan 16,2 juta dollar pada pekan pertama. Film drama kriminal yang diangkat dari novel laris Don Winslow tersebut menceritakan tentang sepasang makelar tembakau di Pesisir Barat, yang semakin terjerat dalam bisnis narkoba kartel asal Meksiko setelah mereka menculik teman mereka. Namun film itu hanya mendapatkan C+ di CinemaScore.

Posisi kelima diduduki film Warner Bros., Magic Mike, yang menambah 15,6 juta dollar pada pekan kedua dan mampu meraih total 72,8 juta dollar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X