Melawak Lewat Lagu, Bukan Barang Baru

Kompas.com - 02/09/2012, 12:42 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sukses di dunia lawak, Sule merambah dunia tarik suara. Sule dan Rizky, anaknya, plus kawan-kawan sesama pelawak acara Opera Van Java (OVJ) di Trans7 mengeluarkan album Papa Telepon Sule & Rizky. Album itu berisi satu lagu baru, yakni "Papa Telepon", yang dinyanyikan secara duet antara Sule dan Rizky.

Lagunya sangat ringan dan liriknya jenaka. Papa telepon, papa telepon/halo Oom si Papa bilang enggak ada/lalalalalaa...lalala...lalalalaala//Papa kan bilang kalau bohong itu haram//.

Tiga lagu lainnya diambil dari lagu lama, yakni "Cenat Cenut", "Andeca Andeci", dan "Potong Bebek Angsa" yang liriknya dipelesetkan. Potongan refrein lagu "Cenat-cenut" milik boyband SM*SH yang aslinya berbunyi: you know me so well/girl I need you/ girl I love you/ girl I heart you// diubah menjadi bibirmu dower/bibirmu dower/ cenat cenut cenat cenut kayak badut kayak badut//.

Jurus lama
Album dari pelawak yang berpretensi ingin melawak lewat lagu sudah menjadi fenomena biasa dalam industri hiburan di Indonesia. Dan, jurus yang dipakai umumnya sama, yakni memelesetkan lirik lagu yang sudah dikenal massa. Kelompok Padhyangan dan Project Pop juga menjual lagu kocak dengan penggarapan yang lebih serius.

Pelawak yang menyanyikan lagu-lagu berlirik kocak bahkan sudah jamak sejak era 1970-an. Pelawak Bagyo pernah tampil dalam lagu "Warung Tegal" bersama teman-temannya dalam kelompok Bagyo Cs, yaitu Darto Helm, Diran, dan Sol Saleh.

Kemudian muncul kelompok Warkop DKI yang memang menjadikan lagu sebagai salah satu kekuatan banyolan mereka, terutama saat mereka tampil dalam film. Sebagian lagu Warkop berupa lagu-lagu kondang milik orang lain, seperti "Sukiyaki" yang dipopulerkan duet Blue Diamonds, yang oleh Kasino dinyanyikan sebagai "Nyanyian Kode". Kasino dengan Warkopnya juga membawakan "Andeca Andeci". Ia memainkan lirik berupa pantun sindiran atau cerita konyol.

Pelawak generasi OVJ yang sangat terpengaruh oleh Warkop mengangkat kembali "Andeca-Andeci" dalam lawakan mereka di televisi dengan lirik yang mereka bikin sendiri. Lagu itu masuk ke dalam album Sule.

Pengecualian berlaku untuk Bing Slamet. Karena selain pelawak, Bing Slamet (1927-1974) memang penyanyi beneran dan termasuk penyanyi serius. Setidaknya Bing adalah penyanyi kelas kontes nyanyi Bintang Radio, kontes nyanyi yang bergengsi. Bing dalam kapasitasnya sebagai penyanyi kebetulan memang menyanyikan lagu bergaya kocak seperti "Burung Nuri" dan "Nonton Bioskop". Lagu yang disebut belakangan itu digubah oleh Benyamin S, yang juga seorang komedian, aktor, dan sekaligus penyanyi. Pada Bing Slamet, konsumen bisa menikmati dua hal: suara penyanyi dan sentuhan humor.

Sedangkan dalam kasus lagu-lagu Sule dan kawan-kawan, elemen humorlah yang dominan dan menjadi daya jual. Tetap sah sebagai hiburan.(BSW/XAR)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.