Iron Man Menyapa Remaja

Kompas.com - 28/04/2013, 04:47 WIB
Editor

Bagaimana jika jagoan super seperti Iron Man tiba-tiba duduk di rumah Anda? Rangsang fantasi seperti itulah yang tampaknya

disodorkan kepada penonton remaja dalam Iron Man 3 oleh sutradara Shane Black. Dan inilah yang menjadikan sekuel ke-3 Iron Man ini terasa agak beda dengan dua prekuelnya. Dalam film ini dihadirkan bocah usia 10 tahun bernama Harley yang diperankan Ty Simpkins (11).

Harley seperti menjadi wakil remaja yang mengagumi jagoan super Iron Man. Dalam kekaguman itu, tiba-tiba Tony Stark (Robert Downey Jr) berikut ”besi tuanya” sudah berada di rumahnya. Harley kemudian secara kebetulan pula terlibatkan dalam perjuangan Iron Man melawan teroris.

Boleh dibilang ini merupakan cara cerdas untuk menyentuh penonton remaja. Nyatanya, di gedung bioskop, penonton remaja—termasuk anak-anak di bawah 10 tahun—tampak tertawa gembira melihat ”perwakilannya” diajak bertualang dengan Iron Man. Tampaknya film ini menyenangkan mereka.

Tokoh Tony Stark, si Iron Man, pada beberapa adegan tampak lebih dibumikan sebagai manusia biasa. Dari segala teknologi supercanggih yang selama ini digunakan, ia suatu kali terpaksa harus menggunakan cara manual dan sangat sederhana ala McGyver dalam melawan musuh.

Boleh jadi ini ada hubungannya dengan keterlibatan Walt Disney Pictures sebagai distributor Iron Man 3.

Di tangan sutradara Shane Black, Iron Man 3 terasa agak menyapa anak-anak. (Meski begitu, film ini tetaplah film remaja, bukan film anak. Ada adegan keras dan dialog berkonotasi seksualitas yang dianggap belum pantas untuk anak-anak.) Black setidaknya mempunyai pengalaman menghibur remaja sebagai penulis skenario Last Action Hero (1993) yang dibintangi Arnold Schwarzenegger, di mana ada tokoh remaja di tengah petualangan sang jagoan.

Black juga memberi sentuhan humor yang memberi efek mengurangi kesan keras, meski tetap banyak adegan keras. ”Untungnya”, film ini tidak terlalu berdarah-darah seperti gaya Tarantino. Robert Downey Jr cukup terampil dalam mengeksekusi gaya sentuhan humor.

Jagoan super

Iron Man adalah bagian dari jagoan super yang menjadi rangsang fantasi menarik bagi anak-anak dan remaja dari masa ke masa. Sampai hari ini, barisan jagoan itu

terbukti laku sebagai film yang selalu menyedot banyak penonton. Selain Iron Man, tersebutlah Superman, Batman, Captain America, Spider-Man, dan X-Men. Lahir dari jagat komik terbitan Marvel dan DC Comics, superhero itu bisa diaktualkan kapan saja sesuai zaman dan lanskap sosial politik.

Iron Man diletakkan seakan-akan dalam konstelasi politik dunia hari ini, di mana terorisme digunakan sebagai bahasa paling keras untuk mencapai tujuan. Bahkan, Presiden Amerika Serikat pun bisa disandera dan diancam akan dihabisi di depan jutaan penonton televisi. Adalah tugas Iron Man, yang dengan segala kesuperannya, berusaha menyelesaikan segala masalah superberat. Tugas standar jagoan super mana pun memang selalu begitu dan sekali lagi selalu memanggil banyak penonton. (XAR)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.