Pengembaraan Rasa Iwan Fals

Kompas.com - 12/05/2013, 10:53 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- "Siapa yang bermimpi kaya?" kata Iwan kepada penggemarnya. "Saya," kata massa. "Bermimpi jadi kaya boleh, tetapi jangan kemudian jadi koruptor atau mencuri ya," ujar Iwan seusai membawakan lagu "Mimpi yang Terbeli" dalam konser Purwakarta, Kamis (9/5) malam.  

Ketika Iwan malam itu mendedah tembang lawasnya, "Mimpi Yang Terbeli", malam itu, ribuan penonton sepertinya setuju bahwa membeli mimpi telah menjerat hari-hari mereka. Dan koor massal pun menggema.

"Sampai kapan mimpi-mimpi itu kita beli//Sampai nanti sampai habis terjual harga diri//Sampai kapan harga-harga itu melambung tinggi//Sampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi..."

Bagi Iwan Fals, bermusik bukan hanya sekadar eksistensi, melainkan juga tuturan akan nilai. "Ini rekaman hidup, berikan rasa secara tulus," ujarnya. Dalam rinai gerimis, rasa itulah yang dibagikan Iwan kepada belasan ribu penggemarnya di Lapangan Yon Armed, Purwakarta, Kamis (9/5/2013) malam.

Petang itu suasana sekitar Batalyon Armed, Purwakarta, tak seperti biasa. Tangsi militer di pinggiran kota yang biasanya senyap itu hiruk pikuk oleh ribuan orang yang berbondong-bondong menuju tanah lapang di jantung tangsi. Bukan tentara yang sedang berbaris, melainkan rombongan orang yang sebagian besar membawa atribut-atribut bertuliskan OI—banyak yang mengartikan sebagai Orang Indonesia. OI terpampang di kaus, poster, bendera, ataupun spanduk.

"Saya dan kawan-kawan OI datang jauh-jauh dari Brebes ke Purwakarta ini untuk menonton pahlawan kami, Bang Iwan," kata Andi Sukmono (28) yang ditimpali rekan-rekannya dengan teriakan "Hidup OI", "Hidup Iwan Fals".

Ya, pada malam Jumat, "pahlawan" itu tampil menghibur penggemarnya di tempat tersebut. Ini merupakan konser ketiga Iwan dari rangkaian konsernya yang bertajuk Top Concert Iwan Fals di 15 kota tahun 2013.

Tak hanya datang dari wilayah Purwakarta, para penonton juga datang dari Tangerang, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Subang, Cirebon, bahkan Brebes, Jawa Tengah. Tak semua dari mereka OI. Tampak juga ibu-ibu yang menggendong anaknya dan berbaur dalam kerumunan di atas lapangan rumput becek oleh hujan yang turun sedari sore. Ada pula Slankers, julukan bagi penggemar grup Slank, yang mengibarkan bendera khas mereka. Namun, simbol-simbol kedirian tersebut tak bermakna malam itu. Mereka menyatu.

Kopi
Iwan membawakan tembang-tembang lainnya. Total ada 17 lagu yang dinyanyikan Iwan pada malam itu. Tersebutlah di antaranya "Ku Menanti Seorang Kekasih", "Mata Indah Bola Ping Pong", "Bento", "Bongkar", "Pesawat Tempurku", "Mereka Ada di Jalan", "Siram Tanam Siram", dan "Yang Terlupakan".

Tak hanya hit-hit lawas yang didendangkannya, tetapi juga dua lagu baru yang masuk dalam album teranyarnya, yaitu "Sampah" dan "Kopi Sumber Inspirasiku". Maklum sponsor konser adalah perusahaan kopi yang model iklannya adalah Iwan.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.