Cedera Lutut, Si Raja Hantu bagi Atlet

Kompas.com - 20/05/2013, 03:38 WIB
Editor

Jika sobekan pada ligamen cukup besar sehingga upaya penyembuhan harus dengan cara operasi medis, waktu pemulihan yang diperlukan lebih lama lagi.

”Bisa istirahat paling sedikit sembilan bulan. Malah kalau putus, ya, bisa tidak boleh bermain lagi untuk selamanya. Itu untuk bola basket. Kalau untuk atlet di cabang olahraga yang sifat permainannya tidak ada perbenturan fisik, pemulihan cedera ligamen sekitar enam bulan,” kata Sulaeman.

Adapun cedera lutut jenis kedua terjadi pada serabut otot yang mengikat tungkai atas dan tungkai bawah (joint) akibat regangan yang melebihi kemampuannya atau sprain. ”Kalau hanya sobekan kecil, istirahatnya cuma dua minggu. Tetapi kalau sobek besar, bisa empat hingga lima bulan harus istirahat,” ujar Otah.

Empat cara

Terdapat empat tahap penanganan terhadap pemain yang mengalami cedera di tengah pertandingan. Pertama, si atlet langsung ditarik keluar dari lapangan untuk segera diistirahatkan. Kedua, bagian yang cedera didinginkan dengan es untuk mencegah pendarahan yang mungkin terjadi pada saat otot atau urat sobek.

Langkah ketiga adalah pembebatan atau pembalutan. ”Karena, kalau pemainnya merasa sakit yang sangat mendera, harus segera dilakukan pembalutan dengan kondisi lutut tetap lurus. Es masih tetap ditempatkan pada bagian lutut yang cedera. Penempatannya di bagian depan, samping, atau belakang lutut yang dirasa sakit oleh si pemain,” kata Sulaeman.

Agar tidak terjadi pembengkakan, lanjut Sulaeman, tahap keempat adalah memastikan pemain harus tetap berbaring, dengan kaki dan lutut yang cedera diposisikan lebih tinggi daripada jantung.

”Posisi seperti ini harus tetap dijaga hingga atlet tiba di tempat penanganan lebih lanjut yang ditentukan. Di tempat itu, si atlet ditangani oleh dokter spesialis kesehatan olahraga sehingga dapat diketahui apakah cederanya hanya pada serabut otot atau pada ligamennya,” ujarnya. (WAD/NIC)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.