Raditya Dika: Mantan Pacar Saya Enggak Sampai 21 Orang

Kompas.com - 05/06/2013, 16:48 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam film terbarunya, Cinta dalam Kardus, Raditya Dika menjadi Miko, yang mencoba melupakan 21 mantan pacarnya. Radit mengaku, dalam kehidupan nyatanya, mantan kekasihnya tak sampai 21 orang.

"Film Cinta dalam Kardus menceritakan Miko, seorang cowok yang di suatu malam ingin melupakan mantan pacarnya dalam sebuah stand-up comedy, tapi dia malah curhat," tutur artis peran, komika, penulis buku, dan bloger ini dalam wawancara seusai press screening Cinta dalam Kardus di XXI Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2013).

Diceritakan oleh Radit, dalam hubungan cintanya, Miko bertemu dengan perempuan-perempuan berbagai karakter. Dalam kehidupan nyata Radit, hal itu juga terjadi. "Pernah punya pacar yang, kalau lagi makan malam, pakai baju apa, terus mau ke mal, dia minta pulang dulu untuk ganti baju main di mal. Itu benar seperti itu," tuturnya.

Namun, aku Radit, karakternya tidak sama dengan karakter Miko. "Miko sama gue jauh berbeda. Gue enggak secanggung Miko, gue lebih suka menyendiri, dan gue enggak punya mantan sebanyak itu," tuturnya lagi.

Sebagai pemain sekaligus penulis skenario Cinta dalam Kardus, Radit mengaku senang bisa bekerja sama dengan rumah produksi Kompas Gramedia Studio (KG Studio) dan sutradara Salman Aristo, yang diakuinya memiliki banyak ide.

"Film ini dipersiapkan untuk menjadi film yang beda. Awalnya kami pengin film yang monolog, dan kalau film monolog sudah banyak ada, di luar juga ada beberapa judul. Tetapi, konsep kardus ini baru pertama kalinya," ungkap Radit.

"Jadi, suatu kali pas gue pindahan rumah, ada kardus coklat yang isinya barang pemberian mantan gue. Ada kaus (t-shirt) couple yang menjijikkan itu. Idenya dari situ dan ternyata Mas Salman juga punya pengalaman yang sama. Bedanya, kalau dia (barang pemberian mantannya) dibakar," lanjutnya lalu tertawa.

Radit, yang juga komika dan belum lama ini merilis film Cinta Brontosaurus, mengaku akan tetap menyajikan komedi yang berbeda di Cinta dalam Kardus.

"Dari skenario Cinta dalam Kardus beda banget dari film-film sebelumnya di sini. Gue diberikan kebebasan untuk memberikan ide-ide yang gila, salah satunya dengan kardus," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X