Anak Perempuan Michael Jackson Coba Bunuh Diri?

Kompas.com - 06/06/2013, 06:28 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

CALIFORNIA, KOMPAS.com — Paris Jackson (15), putri mendiang Michael Jackson, dilarikan ke rumah sakit setelah memotong salah satu pergelangan tangannya, Rabu (5/6/2013) pagi waktu setempat. Informasi tersebut didapat CNN dari sumber yang dekat dengan keluarga Jackson.

Paris menghubungi hotline konseling bunuh diri pada Rabu pagi. Operator layanan konseling tersebut kemudian menghubungi saluran darurat 911 untuk mengirimkan orang ke rumah keluarga Jackson di Calabass, California.

"Menjadi sensitif pada usia 15 tahun memang sulit, tidak peduli siapa pun Anda," kata pengacara Perry Sanders, Rabu pagi. "Hal ini terutama sulit ketika Anda kehilangan orang terdekat Anda. Paris secara fisik baik-baik saja dan mendapatkan perhatian medis yang tepat. Silakan menghormati privasinya dan privasi keluarga."

Sumber lain yang dekat dengan keluarga Jackson berhenti menyebut insiden ini sebagai percobaan bunuh diri. Meskipun demikian, sebagian masih menyebut ini sebagai semacam "teriakan minta tolong" dari seorang remaja.

Paris menulis pesan ke jutaan pengikutnya di Twitter, Selasa (4/6/2013) malam:  "i wonder why tears are salty?". Menyusul kemudian tweet lain: "yesterday, all my troubles seemed so far away". Lalu, "now it looks as though they're here to stay".

Kepolisian setempat menyatakan telah menanggapi situasi darurat medis ke alamat yang sesuai dengan alamat keluarga Jackson pada Rabu pukul 01.27 waktu setempat. Panggilan tersebut berlanjut dengan dibawanya seseorang ke rumah sakit.

Baru-baru ini, Paris bertemu kembali dengan ibu kandungnya. Selama ini Paris tinggal dengan Debbie Rowe di peternakan kudanya. Rowe mengeluarkan pernyataan melalui pengacaranya pada Rabu pagi, "Kami menghargai pikiran semua orang untuk Paris pada saat ini dan rasa hormat mereka untuk privasi keluarga."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Paris, bersama dengan neneknya, Katherine Jackson, dan saudara-saudaranya, Prince dan Blanket, menggugat AEG Live untuk membayar kewajiban atas kematian Michael Jackson pada 2009 akibat overdosis obat. Paris dan Prince dijadwalkan bersaksi dalam sidang kematian tersebut pada akhir bulan ini. Kedua remaja itu ditanyai oleh pengacara AEG, masing-masing selama dua hari, dalam beberapa bulan terakhir.

Paris membuat jutaan orang menangis empat tahun lalu ketika dia berbicara di akhir upacara peringatan publik untuk ayahnya. "Sejak aku dilahirkan, daddy telah menjadi ayah terbaik yang bisa Anda bayangkan," katanya. "Dan, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintainya," katanya sambil menangis dan mencari perlindungan dalam pelukan anggota keluarga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.