Kala Ahmad Fuadi Hidupkan Karakter Alif di Novel "Rantau 1 Muara"

Kompas.com - 11/06/2013, 16:39 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.COM -- Kepercayaan diri Alif sedang menggelegak. Sudah separuh dunia dia kelilingi, tulisannya tersebar di banyak media, dan dia diwisuda dengan nilai terbaik. Perusahaan mana yang tidak tergiur merekrutnya? Namun Alif lulus pada waktu yang tak tepat. 

Akhir 90-an, Indonesia dicekik krisis ekonomi dan dikoyak reformasi. Lowongan pekerjaan sulit dicari. Kepercayaan dirinya goyah, bagaimana dia bisa menggapai impiannya?

Begitulah sepenggal kisah perjalanan Alif yang diangkat penulis novel Ahmad Fuadi dalam trilogi terbarunya, Rantau 1 Muara yang merupakan seri lanjutan dari  Negeri 5 Menara dan  Ranah 3 Warna.

Dalam novel ini, Fuadi sengaja mengisahkan Alif yang mengalami banyak pertentangan batin, termasuk pilihan untuk menjadi seorang wartawan. "Ketika itu kejadiannya persis peristiwa 1 Mei 1998, pas banget banyak yang di-PHK. Nah saat itu Alif yang baru lulus kuliah sedang mencari kerja mempertanyakan dirinya apakah benar-benar memilih profesi wartawan sebagai jalan hidupnya, di sini lah salah satu konfliknya," cerita Fuadi saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (10/6/2013).

Menurut Fuadi, untuk menghidupkan karakter Alif dalam novel Rantau 1 Muara, lebih dulu dirinya melakukan observasi. "Kebetulan ini dari pengalaman pribadi saya juga. Saya pernah jadi wartawan, tapi sudah hampir satu dekade saya meninggalkan profesi itu," kata Fuadi.

"Nah untuk itu saya hubungi teman saya di Tempo, saya bilang, 'Saya mau dong ikut rapat redaksi lagi, saya mau ngerasain lagi suasanya debat rapat redaksi seperti apa'. Ya sampai seperti itu observasinya, dari situ dapat feel-nya," lanjutnya.

Dari situ, dikisahkannya lagi, takdir menerbangkan Alif ke Washington DC. Life is perfect, sampai terjadi tragedi 11 September 2001 di New York yang menggoyahkan jiwanya. Kenapa orang dekatnya harus pergi? Alif dipaksa memikirkan ulang misi hidupnya. Dari mana dia bermula dan ke mana dia akhirnya akan bermuara? 

Setelah berturut-turut softlaunching novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi diadakan di New York dan Washington DC pekan lalu, novel ketiga dari trilogi  Negeri 5 Menara ini beredar di Tanah Air mulai 27 Mei 2013.

Rantau 1 Muara menjadi trilogi pamungkas Negeri 5 Menara yang ditunggu-tunggu. Buktinya, "Ternyata di sosial media, ada yang ngaku dia baca  Negeri 5 Menara saat masih SMP, dan sekarang dia sudah kuliah. Jadi trilogi ini tumbuh berkembang bersama pembacanya," tutur Fuadi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X