La Tahzan, Kisah Cinta di Negeri Sakura

Kompas.com - 03/08/2013, 21:55 WIB
Ario Bayu, Atiqah Hasiholan, dan Joe Taslim (dari kiri ke kanan) berkunjung ke Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta, Rabu (10/7/2013). KOMPAS/HERU SRI KUMOROArio Bayu, Atiqah Hasiholan, dan Joe Taslim (dari kiri ke kanan) berkunjung ke Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta, Rabu (10/7/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com -- Witing tresno jalaran soko kulino (cinta tumbuh karena terbiasa), ungkapan dalam bahasa Jawa itu menggambarkan bagaimana hubungan Viona (Atiqah Hasiholan) dan Hasan (Ario Bayu) dalam film La Tahzan.

Mempunyai cita-cita yang sama yakni pergi ke Jepang dan mempersiapkan dengan belajar bahasa membuat keduanya semakin dekat. Hasan tahu betul kesukaan Viona, begitu pula sebaliknya.

Sayang keduanya masih malu untuk saling mengungkap rasa. Hingga akhirnya Hasan pergi ke Jepang tanpa alasan yang jelas. Takdir seolah tidak menginginkan mereka berpisah. Viona mendapat kesempatan dari tempat belajarnya untuk menimba ilmu sekaligus bekerja di Negeri Sakura.

Sebelum pergi ia dititipi alamat oleh ibu Hasan. Tinggal merantau di negeri orang tak semudah yang Viona duga. Sampai Viona bertemu dengan Yamada (Joe Taslim), pria berdarah Jepang dan Indonesia.

Yamada menemukan sesuatu yang dia cari di diri Viona. Seolah mendapat cinta pada pandangan pertama, Yamada rela melakukan apa saja untuknya, termasuk mencari tahu keberadaan Hasan.

Tinggal selangkah lagi Viona menemui sahabat dekatnya, Hasan justru mengambil langkah seribu. Hari-hari Viona kemudian diisi indahnya cinta bersama Yamada. Sampai di suatu hari Viona dilamar oleh Yamada, begitu pula Hasan yang mengirimkannya cincin pernikahan impian, yang diinginkan oleh Viona sejak dulu.

Tiba di persimpangan jalan, Viona harus menetapkan hati kepada Yamada atau Hasan. Misteri kepergian Hasan juga masih ada di benak Viona.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

La Tahzan telah tayang di bioskop terdekat. Meski berjudul La Tahzan atau jangan bersedih, film ini lebih banyak menampilkan manisnya cinta Viona dan Yamada. Perjuangan hidup untuk jangan bersedih itu sendiri kurang tergambar rapih dan utuh.

Meski begitu, akting para pemeran bisa membawa penontonnya larut. Terlebih Joe Taslim, yang biasanya beraksi laga. Meski baru tejun di drama, ia bisa memainkan tokoh yang diperankannya dengan baik.                



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X