Trio Macan: Kami Tak Ada Jadwal Ikut Festival Pesisir Bengkulu

Kompas.com - 18/09/2013, 15:14 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Pada 16 September 2013, pihak Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu mengatakan mendukung penolakan terhadap rencana kehadiran Trio Macan untuk tampil dalam Festival Pesisir Bengkulu atau Bengkulu Beach Festival, yang akan diselenggarakan pada 27-30 September 2013. Namun, pihak manajemen yang menaungi Trio Macan, Proaktif Communications, menyampaikan klarifikasi bahwa trio vokal dangdut tersebut sama sekali tidak memiliki jadwal untuk manggung dalam festival itu.

"Trio macan tidak ada jadwal ke bengkulu pada tanggal tersebut. Dari pihak manajemen juga tidak pernah dihubungi oleh panitia atau EO yang akan mengundang acara atau kegiatan sebagaimana yang dimaksud dalam acara pesta kesenian pesisir di bengkulu," terang pihak Proaktif Communications melalui surat elektronik yang diterima oleh Kompas.com, Rabu (18/9/2013).

Selain itu, pihak Proaktif Communications menerangkan pula bahwa Trio Macan sudah bebenah diri dengan menjadi penyanyi-penyanyi yang mengutamakan kualitas vokal dan menyajikan penampilan yang sopan.

"Trio Macan yang anggotanya Iva Novanda, Lia Amelia dan Chacha Serly, mencoba untuk bebenah diri dan melakukan perubahan performance dengan lebih mengedepankan kualitas vocal dan performance, dengan tetap menjaga etika dan norma-norma kesopanan. Hal ini dilakukan karena kami sadar bahwa musik kami adalah musik universal yg bisa dinikmati oleh berbagai kalangan," tulis pihak itu juga. "Semenjak lagu 'Iwak Peyek' dan sekarang single terbarunya, 'Buka Sitik Joss', Trio Macan ingin menampilkan karakter dan performance panggung yang lebih elegan, full Koreo dan tetap menjaga image yang baik. Sehingga Trio Macan dalam kancah musik indonesia berharap bisa diterima di semua kalangan masyarakat," sambung pihak tersebut.

Namun, lanjut pihak manajemen Trio Macan, trio itu sadar memiliki kekurangan sehingga membuka diri untuk dikritik, meminta maaf, dan memerbaiki diri.  

Pihak Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu pada 16 September 2013 mengatakan bahwa mereka mendukung penolakan masyarakat Bengkulu terhadap rencana pertunjukan Trio Macan dalam Festival Pesisir Bengkulu.

"Sesuai aspirasi masyarakat yang menolak kehadiran Trio Macan di Bengkulu, kami dari Komisi IV juga mendukung upaya penolakan kehadiran Trio Macan di Bengkulu," kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Syafrianto Daud, ketika itu. "Kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Menurut Syafrianto, Trio Macan ditolak karena dianggap biasa memertontonkan goyangan yang tidak sopan. Untuk itu, lanjut Syafrianto, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, yang menyelenggarakan festival tersebut, harus segera membatalkan rencana pementasan Trio Macan itu dan menggantinya dengan penampilan artis musik lain.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Hasanudin, ketika itu pun mengatakan akan segera menindaklanjuti permintaan para wakil rakyat tersebut. "Kami tidak keberatan, kalau memang itu aspirasi masyarakat, ya dibatalkan," ujar Hasanudin.

Menurut Hasanudin, Trio Macan semula akan didatangkan ke Bengkulu atas dukungan pihak sponsor alias tidak menggunakan dana pemerintah daerah.

Melalui surat elektronik yang sama, di luar masalah penolakan di Bengkulu itu, pihak manajemen Trio Macan juga menyampaikan kerisauan mereka atas munculnya trio-trio vokal lain yang, menurut mereka, melakukan kegiatan komersial dengan mendompleng secara ilegal nama Trio Macan. Pihak manajemen Trio Macan telah pula menempuh jalur hukum untuk berhadapan dengan pihak-pihak yang merugikan mereka itu. Mereka juga mengingatkan agar para penyelenggara acara memastikan bahwa yang mereka undang benar-benar Trio Macan yang asli, bukan trio-trio vokal lain yang memanfaatkan secara ilegal nama Trio Macan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X