Buruh dan Kemacetan Pun Dilagukan Gugun Blues Shelter

Kompas.com - 10/10/2013, 14:56 WIB
Para personel grup Gugun Blues Shelter, John Armstrong alias Jono, Muhammad Gunawan atau Gugun, dan Aditya Wibowo alias Bowie (dari kiri ke kanan) berpose dalam acara peluncuran dua album terbaru mereka, yang masing-masing berjudul Satu untuk berbagi dan Solid Ground, di Rolling Stone Cafe, Jakarta, Kamis (22/12/2011). Album Solid Ground tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga di AS. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIPara personel grup Gugun Blues Shelter, John Armstrong alias Jono, Muhammad Gunawan atau Gugun, dan Aditya Wibowo alias Bowie (dari kiri ke kanan) berpose dalam acara peluncuran dua album terbaru mereka, yang masing-masing berjudul Satu untuk berbagi dan Solid Ground, di Rolling Stone Cafe, Jakarta, Kamis (22/12/2011). Album Solid Ground tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga di AS.
EditorAti Kamil
J AKARTA, KOMPAS.com -- Lagu-lagu bertema sosial mewarnai album terbaru band Gugun Blues Shelter (GBS). Album yang berisi sepuluh lagu berbahasa Inggris ini diberi judul Soul Shaker. Melalui label asal Amerika Serikat, Grooveyard Records, album GBS tidak hanya beredar di AS, Eropa, dan Jepang, tetapi juga di Indonesia.

Album band yang di AS dikenal dengan nama Gugun Power Trio ini merupakan yang ketiga di bawah label asal AS. Namun, produksi album tersebut dilakukan di Indonesia. Di Indonesia, Soul Shaker menjadi album ketujuh.

"Isi albumnya 60 persen bercerita tentang tema-tema sosial, seperti kemacetan dan buruh. Sisanya cerita perjalanan tur kami di Amerika Serikat pada November 2012," kata drumer GBS, Aditya Wibowo (Bowie).

Selain Bowie, GBS diawaki Muhammad Gunawan (Gugun) dan John Armstrong (Jono). Seperti album-album sebelumnya, band ini masih setia dengan musik blues rock. Band ini mengandalkan lagu "Love Your Life" dalam album terbarunya.

Mereka juga mempromosikan Indonesia melalui lagu "Rock and Roll Superstar". "Ketika kami tur ke Inggris, banyak yang bertanya kami dari mana. Setelah dijawab dari Indonesia, mereka heran karena menganggap Indonesia sedang perang dan primitif. Nah, dengan lagu ini, kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia sudah maju," ujar Bowie. (SIE)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X