Tak Ada yang Basi di Djakarta Warehouse Project 2013

Kompas.com - 05/12/2013, 18:39 WIB
Penyelenggara dan penampil Djakarta Warehouse Project 2013 KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAPenyelenggara dan penampil Djakarta Warehouse Project 2013
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Pesta dance music yang diklaim sebagai yang terbesar di Asia, Djakarta Warehouse Project (DWP), akan digelar lagi. DWP 2013 —yang kelima— akan diadakan pada 13 Desember 2013 mulai pukul 16.00 WIB hingga esok paginya pukul 04.00 WIB 2013. Tempatnya di Eco park, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. 

"Ini DWP kami yang kelima. DWP kami yang pertama di 2008, namanya Blowfish Warehouse Project. Lalu, kami vakum di 2009, sebelum balik lagi di 2010 dengan nama Djakarta Warehouse Project, sampai sekarang yang kelima dengan nama DWP," terang Sarah Deshita, PR Promotion Ismaya Live, penyelenggara DWP, dalam wawancara seusai jumpa pers di Ismaya Catering, Grand Indonesia, Kamis (4/12/2013).

DWP selama ini dinilai berhasil oleh penyelenggaranya. Ukuran keberhasilan itu, menurut Sarah, bisa dilihat dari perkembangan DWP setiap tahunnya.

"Perkembangannya selalu wah ya dan mungkin kadang-kadang terlalu wah, karena bisa dilihat perbedaan sangat signifikan sekali. Bukan dari line up saja, melainkan exprience di dalamnya bisa dirasakan di situ," terang Sarah. "Target pengunjung kami selalu meningkat, hampir 10 ribuan. Dan, dua tahun belakangan target kami selalu berkembang, mulai dari 17.000, 23.000, dan target kami tahun ini 30.000 pengunjung. Apalagi perkembangan (penjualan) tiket, sudah banyak yang habis," sambungnya.

Untuk tahun ini, DWP memasukkan artis internasional dance music seperti David Guetta yang sudah tak asing lagi dan Zedd yang paling ditunggu dari 15 penampil asing.

"Kalau David Guetta, sebenarnya Ismaya sudah bawa dia tahun lalu. Kami sempat pikir-pikir lagi, karena number one wish list itu Zedd, 'And then ok, Zedd is big, everybody love Zedd'. Trivia-trivia soal Zedd banyak sekali di luar sana dan banyak sekali fans-nya," jelas Sarah.

"Lalu kami berpikir untuk membawa seseorang yang cukup familiar di pendengar. Dan, nama yang pertama yang paling oke itu, kenapa enggak David Guetta? Kami puas dengan David Guetta tahun lalu, ketika dia solo. Lagi pula, David Guetta is available for Indonesia, dan dia love Indonesia," sambungnya.

Agar penampilan para artis dance music yang sudah biasa manggung di Indonesia tak terkesan basi, DWP 2013 menantang mereka untuk menyuguhkan sesuatu yang baru.

"Kami membuat satu konsep yang menarik sekali. Karena, Ismaya tidak hanya sekadar konser, tapi konsep. Jadi di sini line up dari international DJ dan local DJ semua akan tampil dengan konsep yang baru. Mereka menyiapkan konsep baru yang belum pernah mereka bawa sebelumnya. Mungkin bocoran dari teman-teman talent, 'Wah ini kita belum pernah nonton sebelumnya.' Seperti nanti misalnya, Breakbot, Flight Facilities, itu akan main secara live. Which is sebelumnya Breakbot pernah datang, Flight Facilities juga pernah datang, tapi mereka semua ketika itu hanya pakai DJ set saja," tutur Sarah.

"Beberapa line up yang pernah kami bawa sebelumnya, kami tantang, 'Buat apa kalian, tidak bisa menyajikan sesuatu yang beda, jadi buat apa kami bawa kalian'. Jadi, dari 15 international artist yang kami bawa, banyak yang di luar mereka approach, 'Mau dong main di Jakarta', penawaran itu selalu ada, dan kami challenge artisnya. 'Konsep apa yang kalian punya hingga kenapa kami harus bawa kalian'," paparnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X