Mencari Pesan Soekarno

Kompas.com - 15/12/2013, 12:23 WIB
EditorAti Kamil

Jepang menekan dan memanfaatkan Soekarno. Untuk melindungi rakyat dari kekejaman Jepang, Soekarno memilih bekerja sama. Agar gadis-gadis tak diculik dan diperkosa, ia berinisiatif mendatangkan pekerja seks. Soekarno bahkan menunggui dan mendengar jeritan para perempuan itu dilahap serdadu Jepang.

Di bagian lain, ia pun berusaha tersenyum ketika diminta berpose dalam pemotretan propaganda Jepang. Padahal, di saat yang sama, ia menyaksikan Romusha disiksa.

Hanung rupanya memilih visualisasi yang pedih—dan vulgar—ini untuk menggambarkan konflik batin Soekarno.

Romantika
Kembali ke Jakarta, peran Soekarno dalam pergerakan kemerdekaan menguat. Namun, pada saat yang sama, penonton disuguhi karakter Soekarno yang sama sekali berbeda. Cerita bercabang pada cinta segitiga Soekarno-Inggit-Fatmawati.

Tatapan Soekarno kosong ketika bersama Hatta (Lukman Sardi) menunggu pertemuan dengan petinggi Jepang. Disambung adegan pertengkaran Fatma dengan orangtuanya soal Soekarno. Lalu, Inggit menemukan surat Fatma yang meminta kepastian dari pujaan hatinya.

Kemudian, seusai pertemuan dengan Jepang, Soekarno tertinggal di belakang rekan-rekannya, terduduk di bangku taman dengan pandangan kosong. Tak terhindarkan, penonton mendapatkan kesan betapa galau hati Soekarno—bahkan saat berada di medan perjuangan politik—karena konflik percintaannya.

Apabila kesan yang mengganggu ini disingkirkan, sebenarnya pergerakan pemuda dipetakan cukup baik di sini. Kemerdekaan bukan perjuangan satu orang atau satu golongan. Ketidaksukaan pada lawan politik juga bukan berarti bersikap tak menghargai. Relasi Soekarno-Hatta-Syahrir menggambarkan itu.

"Seorang, dua orang, bahkan tiga orang Syahrir tidak akan cukup menggantikan mereka (Soekarno-Hatta)," ujar Syahrir, yang kerap memosisikan diri berseberangan dengan Soekarno.

Pesan tentang kemandirian sebagai bangsa merupakan wacana besar yang membutuhkan dialog intens dan terjaga sepanjang alur yang ketat. Dengan begitu, pesan ini tak sekadar jadi "tempelan" di sana-sini. (NUR HIDAYATI)

Soekarno
Sutradara: Hanung Bramantyou Skenario: Ben Sihombing dan Hanung Bramantyo
Pemeran: Ario Bayu, Maudy Koesnaedi, Lukman Sardi, Tika Bravani, Tanta Ginting
Produksi: MVP Pictures, Mahaka Pictures, Dapur Films.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.