DWP 2013: Mantra Global Pemecah Ekstase

Kompas.com - 22/12/2013, 11:43 WIB
Djakarta Warehouse Project 2013 digelar di Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 13 Desember 2013 malam. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANADjakarta Warehouse Project 2013 digelar di Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 13 Desember 2013 malam.
EditorAti Kamil

Kemapanan pesta rave ala masa kini tampak dari hujan sponsor dalam festival semacam DWP. Logo-logo sponsor menghias areal di tiga panggung utama perhelatan, mulai dari panggung Garudha Ice Land, Cosmic Station, dan Neon Jungle. Di ketiga panggung ini pula, gradasi selera diakomodasi.

"Panitia cukup rapi membagi selera pengunjung. Yang mainstream di Garudha, yang trance di Cosmic Station, yang di Neon lebih ke eksperimental," kata Reddia Virginia (33), yang sejak 2011 mengikuti DWP.

Jumlah penampil pun tahun ini lebih padat, yakni 15 disc jockey (DJ) internasional dan 30 DJ Indonesia. Beberapa nama beken di antaranya adalah Alesso, Zedd, David Guetta, Martin Solveig, Seth Troxler, BreakBot, Showtek, Solomun, dan W&W. Sementara DJ Indonesia, antara lain, adalah Dipha Barus, Anton & Hogi Wirjono, Riri Mestica, dan Angger Dimas. Angger Dimas, Juli lalu, sempat diundang tampil di ajang festival EDM terpopuler sedunia saat ini, yakni Tomorrowland di Belgia.

"Kalau DJ-nya sebanyak ini, lain kali sebaiknya dibikin lebih dari satu hari. Jadi, kami bisa menikmati tiga panggung secara cukup merata," tutur Ahmad (35).

Meski keseluruhan festival cukup menghibur, ada beberapa hal yang menjadi catatan penting. Hujan deras malam itu membuat areal di panggung Garudha jadi berlumpur. Banyak pengunjung terlihat tergelincir. ”Ruang medis juga tak memadai. Teman saya terkilir dan ternyata sudah tidak ada obat di ruang medis. Saya berharap DWP bisa diselenggarakan di Senayan lagi yang bebas lumpur,” tutur Reddia.

Berbeda dengan panggung Garudha, arena dalam ruang Cosmic Station yang menampilkan sub-aliran EDM yang cenderung trance tampak dipenuhi pengunjung yang lebih dewasa. Racikan musik dengan ritme repetitif menyihir naluri purba untuk menggerak-gerakkan tubuh begitu saja. Di bawah terpaan lampu laser yang spektakuler, pengunjung melonjak-lonjak berdansa dalam entakan musik yang menyedot alam kesadaran untuk trans bersama. Pecah, begitu istilah mereka menggambarkan pencapaian ekstase.

Saat duet DJ asal Belanda W&W membawakan nomor populer "If I lose Myself" dari OneRepublic, massa sontak bergemuruh memecah kebahagiaan. "If I lose myself tonight, it’ll be by your side. If I lose myself tonight, woah, woah, woah…".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X