Indro Warkop: Waktunya Komika Warnai Film Komedi

Kompas.com - 13/01/2014, 18:07 WIB
Komedian Indro Warkop menjalani wawancara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat (10/1/201). Bersama delapan stand up comedian, ia bermain dalam film yang disutradarai oleh Anggy Umbara, Comic 8. Film yang juga dibintangi oleh Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Boy William, dan Pandji Pragiwaksono itu akan diputar mulai 29 Januari 2014 di gedung-gedung bioskop Tanah Air. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKomedian Indro Warkop menjalani wawancara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat (10/1/201). Bersama delapan stand up comedian, ia bermain dalam film yang disutradarai oleh Anggy Umbara, Comic 8. Film yang juga dibintangi oleh Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Boy William, dan Pandji Pragiwaksono itu akan diputar mulai 29 Januari 2014 di gedung-gedung bioskop Tanah Air.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Komedi yang nyaris seragam dalam industri film Indonesia, karena hampir selalu dipadu dengan cerita horor atau dibumbui dengan adegan syur, dinilai oleh aktor komedi Indro "Warkop" membosankan. Karena itu, perlu ada warna baru dari film komedi yang menurut Indro bisa dihadirkan oleh para pelaku stand up comedy alias komika.

"Ada yang anehkah ketika teman komika main film? Saya rasa tidak. Karena, dulu Warkop main film itu sebenarnya stand up comedian juga, hanya saja bergrup. Eddie Murphy, siapa dia? Dia kan stand up comedian juga. Mereka memulainya sebagai stand up comedian juga," kata Indro dalam wawancara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat lalu (10/1/2014).

Indro percaya para komika paling cocok untuk memberi warna baru di tengah industri film komedi yang biasa dibintangi oleh artis peran biasa yang bisa melucu.

"Saya berpikir, stand up comedian kemudian mempunyai feeling lebih kuat dibanding stand up yang lain, karena mereka juga menulis (skenario komedi yang mereka bawakan) dan mereka mempunyai imajinasi ketika tulisan mereka menjadi visual. Itu kekuatan mereka," jelas Indro.

"Kemudian, ketika mereka dibawa ke film dengan disiplin skenario itu, mereka enggak akan kaget, at least mereka punya imajinasi itu. Kalau kita lihat stand up comedy, ada kesamaan dengan film (komedi), karena di sini ada disiplin teks dan pemahamannya hampir sama. Jadi, saya pikir, mereka nyaris expert, ya apalagi saya berani memertanggungjawabkan yang jebolan (Stand Up Comedy Indonesia) KompasTV kemarin. Karena, mereka dapat teori keaktoran dari orang yang enggak sembarangan, seperti Slamet Rahardjo, Mathias Muchus," jelasnya lagi.

Karena itu, Indro pun menyarankan agar para komika lebih berani terjun ke dunia akting layar lebar. "Saya rasa mereka harus mencoba, karena akan menjadi warna di stand up comedy-nya Indonesia. Biarkan dunia komedi di Indonesia ini berwarna," tegas Indro.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X