"Tribute to Bubi Chen": 50 Tahun Setelah Bubi Chen - Kompas.com

"Tribute to Bubi Chen": 50 Tahun Setelah Bubi Chen

Kompas.com - 06/04/2014, 15:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com --  Kuartet Bubi Chen pada 1964 membuat album jazz di PN Lokananta, Solo. Kini, 50 tahun kemudian, Sandy Winarta Quartet merilis album Tribute to Bubi Chen. Sebuah penghormatan untuk seniman jazz yang meninggal pada 16 Februari 2012 dalam usia 74 tahun.

Album Bubi yang dibuat bersama Jack Lemmers atau Jack Lesmana tersebut antara lain berisi komposisi karya Bubi Chen, yaitu "Buaian Asmara", "Layang-Layang", dan "Hampa". Karya Bubi itu pula yang antara lain dimainkan Sandy Winarta dan kawan-kawan dalam album Tribute to Bubi Chen. Selain itu, ada karya lain dari Bubi, yaitu "Shang N Darin", "Frog Walk", "KLM", dan "Home".

Dari album ini terlihat lahirnya generasi baru seniman jazz di Indonesia yang secara musikalitas akan membuat Bubi Chen bangga. Mereka adalah Sandy Winarta pada drum, Doni Sundjoyo (bas), Johanes Radianto (gitar), dan Ade Irawan (piano), plus penyanyi tamu Sierra Soetedjo. Mereka pernah bermain dengan Bubi Chen pada masa-masa akhir kehidupan Bubi.

Bubi pada berbagai kesempatan menyatakan rasa bangga kepada para musisi muda yang berjarak usia sekitar 50 tahun dengan usianya itu. "Mereka adalah generasi jazz masa depan kita," kata Bubi, seperti dituturkan Lodhy Surya, produser album yang pernah menjadi manajer Bubi.

"Oom (Bubi) merasa sreg dengan mereka. Itu terlihat antusiasme Oom ketika bermain dengan anak-anak muda itu," tutur Lodhy.

"Standard tunes"
Sandy Winarta Quartet adalah generasi musisi jazz sekolahan. Mereka mematahkan "mitos" bahwa seniman jazz harus lahir dari bakat atau keturunan semata. Mereka membuktikan jazz bisa dipelajari dan mereka bisa. Dalam album ini, mereka mampu dengan baik membaca semangat komposisi Bubi dalam bahasa jazz. Mereka menyuguhkan karya Bubi sebagai standard tunes ala Indonesia.

Komposisi "Frog Walk" disampaikan dengan gaya bebop yang memberi ruang personal bagi musisi untuk berimprovisasi. Dalam sampul album tercantum catatan Bubi tentang gagasan yang melahirkan "Frog Walk", yaitu tentang kodok yang banyak dijumpai ketika Bubi menempati rumah baru.

"Banyak kodok yang melompat-lompat, jalan-jalan ke atas keramik di teras rumah...," kata Bubi.

Keriangan katak melompat-lompat itulah yang dilukis dengan menarik oleh Sandy Winarta Quartet. Keempat awak kuartet ini menunjukkan kapasitas sebagai improviser, bukan sekadar pemain, player. Permainan pun sudah ke tingkat rasa.

"Buaian Asmara" disuguhkan sebagai ballad yang lembut, liris, puitik. Komposisi ini memperlihatkan sisi romantis Bubi. ”Hampa” adalah jenis komposisi Bubi yang disuguhkan dengan rasa perkusif lewat permainan, terutama lewat drum Sandy. Gayanya mengingatkan pada paduan rasa Latin, tango, dan ada Melayu-nya.

Album ini menyertakan Sierra Soetedjo sebagai penyanyi tamu untuk lagu "Autmn Leaves", "Body and Soul", dan "My One and Only Love". Sierra adalah penyanyi yang sering tampil bersama Bubi dalam dua tahun terakhir sebelum kepergian Bubi. Lagu tersebut sering dibawakan Bubi dan Sierra dalam berbagai performa.

Dalam album Tribute to Bubi Chen memang ada unsur romantisisme untuk mengenang seorang tokoh penting jazz negeri ini. Namun, lebih dalam dari itu, ada sesuatu yang layak dinikmati, yang mungkin akan membuat Bubi tersenyum bangga. (XAR)

Tribute to Bubi Chen
Artis: Sandy Winarta Quartet, Sandy Winarta (drum), Johanes Radianto (gitar), Donu Sundjoyo (bas), Ade Irawan (piano).
Penyanyi tamu: Sierra Soetedjo
Label: Platinum Record 2014.


EditorAti Kamil

Close Ads X