Penyanyi Waria dari Austria Jadi Pemenang Eurovision 2014

Kompas.com - 12/05/2014, 10:58 WIB
Penyanyi waria dari Austria, Conchita Wurst, membawakan lagu Rise Like a Phoenix sesudah diumumkan menjadi pemenang babak grand final Eurovision Song Contest 2014, di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (10/5/2014). AFP PHOTO/JONATHAN NACKSTRANDPenyanyi waria dari Austria, Conchita Wurst, membawakan lagu Rise Like a Phoenix sesudah diumumkan menjadi pemenang babak grand final Eurovision Song Contest 2014, di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (10/5/2014).
EditorAti Kamil
AFP PHOTO/JONATHAN NACKSTRAND Penyanyi waria dari Austria, Conchita Wurst, membawakan lagu Rise Like a Phoenix sesudah diumumkan menjadi pemenang babak grand final Eurovision Song Contest 2014, di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (10/5/2014).
KOPENHAGEN, KOMPAS.com -- Penyanyi waria dari Austria, yang tampil dengan kumis dan janggut yang tetap dipeliharanya, Conchita Wurst, terpilih menjadi vokalis terbaik pada Eurovision Song Contest 2014, yang digelar di Kopenhagen, Denmark, Sabtu lalu (10/5/2014) waktu setempat.

Sesudah diumumkan menjadi pemenang dalam kontes lagu antarnegara Eropa tersebut, Wurst, yang memiliki nama asli Tom Neuwirth, mengatakan, dia memersembahkan kemenangannya kepada orang-orang yang selama ini mengalami diskriminasi. Dalam keterangan persnya, dia juga mengirimkan pesan kemenangannya untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang disebutnya telah melakukan diskriminasi dan melarang hak-hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender.

Dengan membawakan lagu berjudul "Rise Like a Phoenix", Wurst meraih nilai 290. Dia mengalahkan penyanyi Belanda di posisi kedua dengan nilai 238 dan penyanyi Swedia di tempat ketiga dengan nilai 218. Kemenangan Wurst ini cukup mengejutkan karena merupakan kemenangan pertama Austria sejak kontes tersebut digelar pada 1966.

Krisis Ukraina dan artis Rusia
Dalam 10 tahun terakhir, Austria juga baru dua kali lolos ke babak final, karena selalu gagal di babak awal.

Kontes lagu antarnegara Eropa itu kali ini dibayangi krisis politik di Ukraina, yang sempat diwarnai aksi protes dari para penonton terhadap para peserta dari Rusia, The Tolmachevy Sisters. Ketika mereka tampil di babak semi final, sebagian dari kira-kira 10.000 penonton menyoraki, yang antara lain agaknya terkait dengan krisis politik di Ukraina.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X