Mulai Kamis Ini Mata Elang International Stadium Ditutup untuk Pertunjukan - Kompas.com

Mulai Kamis Ini Mata Elang International Stadium Ditutup untuk Pertunjukan

Kompas.com - 26/06/2014, 18:48 WIB
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Vokalis dan pemain bas Sting mengobati kerinduan para penggemarnya dalam konser yang bertajuk Back to Bass Tour di Mata Elang Internastional Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (15/12/2012). Sting membuka konsernya dengan lagu If I Ever Lose My Faith in You. Sting terakhir manggung di Jakarta 20 Tahun silam.
JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Kamis (26/6/2014) ini tidak akan ada lagi pertunjukan di Mata Elang International Stadium (MEIS), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Hal itu diumumkan oleh Henry Yosodiningrat selaku kuasa hukum PT MEIS.

"Kami akan segera menutup dan menghentikan sendiri dan atau tidak akan menyewakan stadium, baik untuk kegiatan konser maupun pertunjukan lainnya," kata Henry dalam jumpa pers di Twin Plaza Hotel, Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Menurut Henry, hal tersebut merupakan buntut dari masalah izin gangguan (izin untuk melakukan kegiatan yang mengandung potensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum) dari pengelola gedung Ancol Beach City. Padahal, masa kontrak untuk MEIS masih tersisa 23 tahun, yakni hingga 1 Maret 2037.

"Kami sewa jangka panjang, untuk waktu 25 tahun, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2012 sampai 1 Maret 2037. Kami akan tetap bayar sewanya, tapi (MEIS) akan kami biarkan begitu saja," terang Henry.

Salah satu gitaris band Slank, Abdee Negara, menyayangkan hal tersebut. Menurut Abdee, Indonesia masih kekurangan gedung pertunjukan yang bisa menampung jumlah besar penonton.

"Di seluruh Indonesia belum ada satu pun yang dirancang khusus untuk pertunjukan musik kecuali MEIS, yang kapasitasnya di atas 10.00. MEIS sangat dibutuhkan agar industri musik bisa berkembang. Disayangkan kalau MEIS tutup," tutur Abdee dalam wawancara pada kesempatan yang sama. 

Diungkapkan oleh pihak MEIS, akan dibangun lagi dua gedung pertunjukan dengan kapasitas yang lebih besar. Dijadwalkan, pada 2015 gedung-gedung tersebut sudah bisa mulai digunakan.

"Mudah-mudahan kami akan bangun gedung dengan kuantitas penonton lebih banyak, kompleks exhibition hall. Harapannya, tahun depan bisa beroperasi. Di Jakarta dan Bali," terang Direktur Operasional MEIS Linda C Banowati.


EditorAti Kamil

Close Ads X