Duka untuk Berpulangnya Anak Ajaib Musik Klasik

Kompas.com - 15/07/2014, 07:02 WIB
Konduktor Lorin Maazel memimpin Viena Philharmonic Orchestra di Vienna, 6 Maret 2010, dalam bagian peringatan ulang tahunnya yang ke 80. AFP PHOTO/FILES/DIETER NAGL Konduktor Lorin Maazel memimpin Viena Philharmonic Orchestra di Vienna, 6 Maret 2010, dalam bagian peringatan ulang tahunnya yang ke 80.
EditorPalupi Annisa Auliani

VIENNA, KOMPAS.com - Kalangan musik klasik, Senin (14/7/2014), berbagi duka untuk berpulangnya salah satu konduktor yang dianggap paling cemerlang pada generasinya, Lorin Maazel (84).

Maazel berpulang pada Minggu (13/7/2014), di Virginia, Amerika Serikat, karena komplikasi pneumonia. Dia adalah anak ajaib musik klasik yang meninggalkan jejak antara lain di New York Philharmonic, Cleveland Orchestra, dan Munich Philharmonic.

The Berlin Philharmonic, dalam lamannya menulis, "Kami sangat sedih bahwa reuni ini tidak mungkin lagi." Kelompok ini secara rutin menghadirkan Maazel setiap Juni dan masih berencana melakukannya lagi.

"Kami akan mengingat Lorin Maazel sebagai konduktor besar, dan kami bersyukur, punya kenangan hidup dari dia sebagai master pembuat musik dengan sensualitas timbral."

Maazel lahir di Paris, Perancis, pada 1930 dari orang tua Amerika asal Rusia. Dia belajar bermain piano dan biola, lalu menjadi konduktor termasuk untuk NBC Symphony Orchestra dan Idaho Orchestra bahkan sebelum dia remaja.

Telinga yang tajam mendeteksi kesalahan membuatnya mendapatkan rasa hormat dari musisi yang lebih senior. Dia mengombinasikan teknik tongkat yang diakui dengan kekuatan memori yang membuatnya jarang memakai partitur.

Punya kaitan dengan sebagian besar orkestra di dunia, ratusan rekaman Maazel mencakup karya-karya klasik Beethoven, Mahler, dan Sibelius. Maazel adalah orang Amerika pertama yang menjadi general manager dan direktur artistik dari Vienna State Opera, pada 1982.

Direktur Vienna State Opera, Dominique Meyer, mengatakan dalam pernyataannya, Minggu, mengatakan, "Kematian Lorin Maazil bagi kita adalah kehilangan manusia artistik dan besar. Namun, kami bersyukur atas banyak kesan yang dia tinggalkan dan akan ada bersama kita."

Pada 2008, Maazel memimpin New York Philharmonic tampil di Korea Utara, dalam sebuah konser yang bertujuan membuka pintu ke salah satu negara yang paling terisolasi di dunia itu.

Penonton dari kalangan elite komunis Korea Utara memberikan standing ovation ke orkestra pimpinan Maazel itu, setelah penampilan satu set meriah yang mencakup Dvorak, Gershwin, dan lagu rakyat Korea. Beberapa musisi bahkan meninggalkan panggung sembari menangis.

"Sedikit yang kita tahu bahwa kita akan dilemparkan ke orbit yang menakjubkan, reaksi yang menakjubkan ini," kata Maazel setelah pertunjukan.

Pada 2009, Maazel mendirikan Castleton Festival, acara tahunan musim panas di peternakan Virginia, di mana ia memimpin pertunjukan dan seminar pelatihan. Dia sedang berlatih dan menyiapkan festival berikutnya ketika meninggal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X