Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diperdengarkan, Rekaman Suara Marshanda tentang Kejadian 26 Juli 2014

Kompas.com - 06/08/2014, 21:04 WIB
|
EditorAti Kamil

"Dan ternyata kata bapak itu di lobi sudah ada utusan kepolisian dari Polsek Tebet (Jakarta Selatan) atau apalah untuk jagain mobil saya. Alphard (B) 1**8 ST warna hitam. Pas sudah sampai gerbang atas, kami ditahan. Saya marah karena portalnya ditahan oleh penjaga apartemennya. Kenapa mereka kok malah tidak melayani saya yang penghuni situ. Saya turun untuk ngomong ke kepala sekuriti. Dia bilang, 'Saya enggak tahu apa-apa Mbak. Saya minta maaf. Saya cuma disuruh kalau ada Alphard (B) 1**8 ST warna hitam untuk ditahan dulu'. Saya tetap ngotot karena saya enggak mau anak saya melihat kejadian seperti ini. Saya khawatir dia panik. Akhirnya, setelah ngomong, saya keluar. Itu kejadian siang," sambung Caca.

Caca mengaku pula, sesudah kejadian penahanan mobilnya di area parkir itu, di apartemennya, ia didatangi oleh beberapa perawat laki-laki dari sebuah rumah sakit jiwa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Sorenya kejadian saya disuntik. Sekitar jam empat sore, saya didatangi tiga sampai empat orang cowok perawat dari Rumah Sakit Jiwa Dharmawangsa. Datang ke apartemen saya ramai-ramai, sama satu orang yang ngaku dari Kapolsek, bapak-bapak, sama satu lagi ngakunya namanya Om Rony, yang ternyata adalah teman dekat om saya," kisah Caca.

Belum tuntas rekaman audio Caca diperdengarkan kepada para peliput, OC Kaligis langsung mematikannya.

"Sudah jelas kan, ini rekaman tanggal 2 (Agustus), ketika saya ketemu dia. Saya mau ada suara dia. Saya kira cukup ya, saya kasih rekaman. Itu kemampuan saya. Lebih dari itu (wawancara langsung dengan Caca) enggak bisa lagi," ujar OC Kaligis.

"Anda dengar suaranya apa tadi. Itu sudah cover both sides. Di dalam dunia jurnalistik kan butuh komentar. Ya, itu kata-kata dia. Ada juga kan ibu yang bunuh anaknya. Itu gimana itu," ujar OC Kaligis lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+