Ibu: Kalau Tak Minum Obat, Marshanda Akan Bertindak di Luar Dugaan

Kompas.com - 08/08/2014, 19:34 WIB
Ibu Marshanda, Riyanti Sofyan WARTA KOTA/NUR ICHSANIbu Marshanda, Riyanti Sofyan
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Ibunda Marshanda atau Caca (24), Riyanti Sofyan, akhirnya menuturkan kronologi kejadian yang dialami oleh Caca sejak 26 Juli 2014. Menurut Riyanti, penjemputan paksa yang dilakukan di apartemen anaknya memang benar adanya. Sikap Riyanti ini bukan tanpa alasan.

"Sebelum melakukan penjemputan, saya menghubungi dokter yang merawat dia sejak tahun 2009. Ternyata, kata dokter, dia sudah tidak minum obat selama empat bulan terakhir. Saya tanya, kalau tidak minum kenapa? Katanya, dia akan mengalami impulsif, sikap di mana dia merasa selalu benar dan dia melakukan tindakan yang di luar dugaan. Apakah saya sebagai orangtua membiarkan keadaan itu, tentu tidak," beber Riyanti dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014) siang.

Mendengar keterangan dokter, Riyanti pun akhirnya melakukan sesuatu agar Caca mau meminum obat seperti biasanya.

"Saya jemput dia di apartemen (tempat tinggal Caca di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan) dengan susah payah. Akhirnya, saya menemui dia dan pada saat itu Caca perlu perawatan," sambung Riyanti.

Ditegaskan oleh sang ibu, saat itu ia tak melihat adanya perlawanan dari Caca. Ini bukti bahwa Caca tak menolak diberi obat seperti yang rutin dijalaninya.

"Dia tidak ada perlawanan sama sekali. Dia cuma bilang mau telepon pengacaranya. Akhirnya dia turun ke bawah, sama sekali tidak pingsan, tidak lemas, dan sampai di rumah sakit dia diantar asisten dan manajernya naik tangga," cerita Riyanti.

Menurut Riyanti, selama di rumah sakit, ia selalu memerhatikan Caca. Riyanti acap kali membawakan makanan kesukaan Caca dan memakannya bersama. Bahkan, saat pulang, Caca mencium dan memeluknya dengan erat. Riyanti mengaku terguncang ketika semuanya berbalik fitnah kepadanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia peluk dan cium saya, dia bilang Chacha masih boleh pulang kan? Baik-baik semua. Saya shocked banget ketika melihat beritanya keesokan harinya," ucap Riyanti. (Icha)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.