Memori Teror Sang Drakula

Kompas.com - 12/10/2014, 16:14 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -- Kekejaman selalu akan membuahkan monster. Meski begitu, Dracula Untold mengingatkan, pada suatu episode kehidupan, monster pun tak selamanya monster, ada saat di mana ia berusaha menjadi orang baik. Seorang ayah dan suami yang berusaha melindungi orang-orang yang ia cintai.

Drakula yang paling banyak dikenal adalah sosok vampir rekaan Bram Stoker pada abad ke-19. Namun, kisah drakula juga kerap disebut merujuk pada cukilan sejarah "Vlad the Impaler", bangsawan Transylvania yang berkonflik dengan kekaisaran Turki pada abad ke-15. Dalam versi sejarah ini, Vlad dikenal dengan reputasi menyula atau memancang puluhan ribu manusia di ujung tombaknya.

Dracula Untold menyuguhkan kombinasi fiksi dan sejarah untuk bercerita tentang bagaimana drakula, sebagai vampir, bermula. Di babak awal, film ini mengajak penonton bersimpati pada Vlad (Luke Evans), sang pangeran Transylvania. Dikisahkan bagaimana Turki merekrut anak-anak. Dengan kejam mendidik mereka untuk menjadi tentara kekaisaran itu. Vlad kecil adalah salah satu hasil didikan "terbaik" Turki.

Alur cerita dipercepat setelah Vlad memutus lingkaran kekejaman itu. Ia kembali ke Transylvania untuk memimpin dan melindungi rakyat di negeri kecil itu. Di film ini, Vlad juga dihadirkan sebagai sesosok suami penuh cinta dan ayah yang penyayang. Dilema mengguncang ketika utusan Sultan Turki datang dan meminta Vlad menyerahkan anak-anak dari negeri itu untuk dipaksa jadi tentara lagi, tak terkecuali satu-satunya anak Vlad.

Mimpi buruk
Mimpi buruk yang sudah sekian lama dikubur Vlad mewujud jadi kenyataan yang harus ia hadapi. Negeri kecilnya bukan tandingan kekuatan pasukan Turki. Padahal, perang tak terhindarkan jika Vlad tak kunjung memenuhi permintaan untuk menyerahkan anak-anak itu seperti layaknya mereka adalah barang "upeti".

Kemudian, pelan-pelan penonton kembali diingatkan bahwa sang ayah penyayang ini punya reputasi yang sama sekali bukan tanpa dosa. Suatu ketika Vlad ditanya mengapa ia menciptakan reputasi mengerikan sebagai sang penyula.

Ia menjawab, "Manusia itu tidak takut pada pedang, mereka takut pada monster. Dengan menghabisi satu desa, aku menciptakan monster yang ditakuti. Ketakutan itu membuat orang-orang lari, dengan begitu aku menyelamatkan banyak desa lainnya."

Sampai di sini, penonton pun dihadapkan lagi pada pertanyaan, sungguhkah kita akan bersimpati pada sang monster?

Cerita bergulir, Vlad tidak punya banyak pilihan untuk bisa menyelamatkan rakyatnya sekaligus menyelamatkan anak kandungnya sendiri. Kemampuan dan reputasinya tak cukup untuk itu. Tinggallah satu pilihan lain. Pilihan yang berisiko membuatnya malah jadi vampir. Berisiko karena Vlad masih berusaha sekadar "meminjam" kekuatan vampir untuk beberapa waktu, tanpa sepenuhnya menjelma jadi vampir.

Di sini, penonton kembali diajak bersimpati. Film ini menggambarkan bagaimana Vlad berjuang untuk mempertahankan kemanusiaannya dari "godaan" menjadi vampir.

Dracula Untold adalah garapan film panjang perdana sutradara Gary Shore. Meski begitu, Shore berhasil mengemas film ini secara visual sebagai tontonan yang cukup mengesankan. Bahwa drakula bisa menjelma jadi kelelawar adalah biasa, tetapi Shore berinovasi dengan ide visual untuk menyuguhkannya kembali dengan tetap memikat. Berkat teknologi menghidupkan gambar dan kecanggihan efek spesial, drakula hadir dalam suasana gothic yang kelam sekaligus apik. (DAY)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAti Kamil
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X