Pembuat Komik "Pendekar Tongkat Emas" Jatuh Hati kepada Christine Hakim - Kompas.com

Pembuat Komik "Pendekar Tongkat Emas" Jatuh Hati kepada Christine Hakim

Kompas.com - 18/12/2014, 15:27 WIB
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Pembuat komik Alex Irzaqi diabadikan bersama komik Pendekar Tongkat Emas: Lembah Angin, yang diciptanya. Alex berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, 1 Desember 2014.
JAKARTA, KOMPAS.com -- Komik Pendekar Tongkat Emas, yang dirilis pada 17 Desember 2014, menurut pembuatnya, Alex Irzaqi (28), memiliki alur kisah berbeda dari versi film Pendekar Tongkat Emas, yang mulai diputar di gedung-gedung bioskop Tanah Air mulai Kamis ini (18/12/2014).

Dalam komik itu, Alex meceritakan kehidupan awal Cempaka sebelum dikenal sebagai Pendekar Tongkat Emas yang legendaris.

"Di filmnya, Cempaka itu kan sudah sepuh, performanya enggak terlalu jago lagi. Nah, di sini (dalam komiknya) digali lagi sejago apa sih Cempaka dulunya, kenapa dia bisa jadi legenda," jelas Alex dalam wawancara di kantor Redaksi Kompas.com, di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, 1 Desember 2014.

Kekuatan Cempaka muda juga dihadirkannya sebagai bagian utama komik setebal 40 halaman itu.

"Termasuk daftar jurus-jurusnya, itu ada di komik ini. Yang enggak keluar di filmnya, ada di komik ini. Seperti jurus Membelah Angin, Membantai Seribu Srigala, itu ada di sini," terang Alex lagi.

Untuk mencipta karakter Cempaka muda, Alex mendalami dulu karakter Cempaka tua yang diperankan oleh aktris kenamaan Christine Hakim dalam film yang diproduksi oleh Miles Films bersama Kompas Gramedia (KG) Studio dan disutradarai oleh Ifa Isfansyah itu. Alex mengaku tak ingin karakter Cempaka muda dalam komiknya bergeser jauh dari karakter Cempaka yang dimainkan oleh Christine.

"Sebenarnya tokoh Cempaka itu image-nya Christine Hakim, meski di film Cempaka muda itu Prisia Nasution. Tapi, pendekar perempuan legendaris itu ya nempel ke Christine Hakim, bisa dilihat dari wajahnya, dari tekanan suaranya. Pasnya segitu," jelas Alex.

Untuk mewujudkan Cempaka muda, yang mengacu ke Christine muda, pria penggemar komik-komik Dragonball Z, Tiger Wong, Tapak Sakti, dan Si Buta dari Goa Hantu ini berselancar di dunia maya untuk mendapatkan masukan mengenai tampilan fisik Christine muda.

"Makanya, ketika saya membuat Cempaka muda, saya nyari-nyari di internet, cari sorot matanya (Christine) gimana, gesture tubuhnya gimana," ujar pemuda kelahiran 16 Desember 1986 ini.

Dari segi teknik pembuatan komik, Alex mengaku tertantang oleh permintaan produser film Pendekar Tongkat Emas, Mira Lesmana. Menurut Alex, Mira memberinya batas waktu yang relatif singkat untuk menyelesaikan volume pertama Pendekar Tongkat Emas: Lembah Angin.

"Sebetulnya, Mbak Mira pengin angkat (rilis) itu jadi komik duluan, baru jalan filmnya. Sebenarnya, karena waktunya mepet, ya enggak yakin juga awalnya. Mereka kasih waktu satu bulan," ceritanya.

"Tapi, setelah dipikir-pikir, kayaknya saya pernah juga bikin komik dengan waktu segitu. Tapi, ini, wah keren sekali, Tongkat Emas. Oke lah (tawaran membuat komik tersebut pun diambilnya)," lanjut pemenang kompetisi Komik Manga Bisu di Jepang pada 2012ini.

"Sebenarnya karena saya sudah cukup mengerti komik silat, jadi sudah tahu akan seperti ini hasilnya. Cuma, yang sulit adalah waktunya cukup atau tidak. Saya dulu ada pengalaman ketika mengerjakan komik berwarna seperti ini untuk kompetisi, itu cuma dikerjakan dalam waktu dua minggu, dengan ketebalan 40 halaman seperti ini," imbuhya.

Ide cerita asal muasal Cempaka menjadi legenda pun mulai dikembangkan oleh Alex dengan bantuan Soeta Kartika, rekan seprofesinya di padepokan komikus Raga Sukma. Soeta merupakan pembuat komik yang dikenal lewat Grey dan Jingga dan Nusantara Ranger. Mereka berdua membuka komik Pendekar Tongkat Emas: Lembah Angin dengan kisah pertemuan antara Cempaka dengan Angin, bayi yang diangkat oleh Cempaka menjadi murid keempatnya setelah Gerhana, Biru, dan Dara.

"Ini (ide dasar) sebenarnya dari skrip (film) biasa, tapi buat apa kalau sama dengan filmnya. Nah, ini ada Lembah Angin, si Botak itu, murid keempat Cempaka. Saya suka karakter itu. Saya suka Lembah Angin. Dia tokoh paling muda dan paling jarang bicara. Dia pikirannya paling matang, padahal dia paling muda. Nah, ini karakter spesial," cerita Alex.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAti Kamil
Close Ads X