Laskar Pelangi Antar Verrys "Mahar" Yamarno ke Tempat Peristirahatan Terakhir - Kompas.com

Laskar Pelangi Antar Verrys "Mahar" Yamarno ke Tempat Peristirahatan Terakhir

Kompas.com - 13/01/2015, 14:25 WIB
Miles Films
Miles Films Verrys Yamarno saat berperan sebagai Mahar dalam film Laskar Pelangi.

BELITUNG, KOMPAS.com — Hampir semua pemeran film Laskar Pelangi menghadiri pemakaman rekan mereka, Verrys Yamarno (18), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Abadi, Cempaka, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Belitung, Selasa (13/1/2015).

Almarhum Verrys yang berperan sebagai Mahar dalam film adaptasi tetralogi novel karya penulis Andrea Hirata dengan judul sama tersebut diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya oleh para Laskar Pelangi, yaitu Zulfahni (Ikal), Yogi (Kucai), Febriansyah (Borek), Marsela (Flo), Jefri Yanuar (Harun), Suharyadi (Trafani), Levina (Aling), dan Dewi Ayu Safitri (Sahara).

"Aku tadi ikut serte dengan bawa jenazah. Ade juak kawan-kawan lain e yang ikut. Dari Jakarta langsung ke sini, belum balik ke rumah. (Aku tadi ikut serta bawa jenazah. Ada juga kawan-kawan lain yang ikut. Dari Jakarta langsung ke sini, belum kembali ke rumah)," ungkap Zulfahni kepada Bangka Pos.

Telah diberitakan, Verrys, yang merupakan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta semester tiga, ditemukan tak bernyawa pada usianya yang ke-18 di kamar kosnya di Jalan Kramat V, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2015). Kapolsek Senen Kompol Kasmono saat dihubungi Senin sore menjelaskan, menurut kesaksian temannya, Zulfani Fasa, pemuda asal Belitung Timur tersebut awalnya mengeluh sakit kepala sejak dua hari yang lalu. Namun, ketika ditawari untuk dibawa ke rumah sakit, ia menolak.

"Sekitar pukul 08.00 hari ini, korban muntah-muntah. Karena tetap tidak mau dibawa ke rumah sakit, korban pun ditinggalkan saksi untuk pergi kuliah," kata Kasmono.

Kemudian, sekitar pukul 14.30, Zulfani kembali ke kamar kos dan mendapati Verrys yang sudah tidak bernyawa dalam posisi telentang. "Saksi sempat meraba dada korban, tetapi Verrys sudah tidak benapas," kata Kasmono.

Zulfani yang juga asal Belitung itu pun melapor kepada pihak kepolisian di Polsek Senen. Jenazah Verrys kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. "Sejauh ini, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban," tutur Kasmono.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIrfan Maullana

Close Ads X