"Merekam Jejak" Rocket Rockers Menuju 2.000 Keping CD

Kompas.com - 17/01/2015, 19:02 WIB
Grup band Rocket Rockers yang terdiri dari (kiri ke kanan) Aska (gitar, voval), Bhisma (bas), Samuel (pemain gitar tambahan), dan Ozom (drum), tampil dalam live streaming (tayangan langsung melalui internet) acara bincang-bincang K-akustik, di kantor PH Sinergi, Palmerah Barat, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015) KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESGrup band Rocket Rockers yang terdiri dari (kiri ke kanan) Aska (gitar, voval), Bhisma (bas), Samuel (pemain gitar tambahan), dan Ozom (drum), tampil dalam live streaming (tayangan langsung melalui internet) acara bincang-bincang K-akustik, di kantor PH Sinergi, Palmerah Barat, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Album "Merekam Jejak" yang dirilis band pop punk Rocket Rockers pada November 2014, sudah laku terjual 1.000 keping CD. Kini, band asal Bandung yang terdiri dari Aska (vokal dan gitar), Lowp (gitar), Bhisma (bas), dan Ozom (drum), itu akan mencetak 1.000 keping CD berikutnya.

"Untuk awal yang official distribusi ini, kami ada semacam (kerja sama) eksklusif. Jadi di bulan pertama langsung dijual putus 1.000 pieces, dan sekarang sudah jalan ke 2.000 pieces," kata Aska, saat tampil dalam live streaming (tayangan langsung melalui internet) acara bincang-bincang musik K-akustik yang tayang pada Kamis (15/1/2015) pukul 16.00 WIB.

Kesuksesan penjualan album kelima Rocket Rockers itu tak lepas dari strategi pemasaran titip edar yang mereka lakukan. "Kami ambil strategi band-band yang jual CD-nya di toko ayam (resto ayam goreng cepat saji), tapi karena yang satu ini lebih banyak jumlah penyebaran gerainya dari toko ayam, akhirnya kami kerja sama dengan brand minuman Ice Pasco," kata Bhisma.

"Ya lumayanlah penyebarannya di seluruh Indonesia. Justru pas kami masih bergabung sama major label malah susah mendapatkan CD kami di kota-kota besar," timpal Aska.

Dengan terjualnya 1.000 keping CD album "Merekam Jejak", Rocket Rockers optimis strategi dagang mereka bisa meminimalisir pembajakan.

"Ini meminimalisir pembajakan, karena biasanya pembajakan itu ada bukan karena mereka enggak punya uang, tapi karena susah dapat CD-nya," jelas Bhisma.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.