Bimbim "Slank" seperti Buah Simalakama dalam KPK vs Polri

Kompas.com - 24/01/2015, 20:07 WIB
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com — Kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri membuat pemain drum Bimbim "Slank" turut prihatin. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa Bimbim selama ini merupakan pendukung KPK dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sejak Pemilu Presiden 2014-2019. Bimbim pun menilai dirinya kini berada dalam posisi yang sulit.

"Iya nih, kayak buah simalakama gue," ucap Bimbim saat ditemui di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2014).

Meski demikian, pentolan grup band Slank itu tidak merasa menyesal telah memberi dukungan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Bimbim hanya menyesalkan para pelaku koruptor yang terlihat menari di atas kekisruhan permasalahan tersebut.

"Enggak nyesel. Yang gue sedihin koruptor lagi memukul kita, pegiat anti-korupsi. Teman yang kita angkat jadi pemimpin justru ikut menari-nari. Harusnya kita sama-sama satu barisan melawan korupsi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, meskipun Presiden Joko Widodo berupaya memilih jalan tengah dengan cara menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG), silang sengkarut proses pengisian jabatan kepala Kepolisian Negara RI masih jauh untuk dapat dikatakan selesai.

Melihat tanda-tanda yang ada, hari-hari ke depan potensial menghadirkan ketegangan lebih luas. Tak hanya di sekitar kepolisian dan KPK, situasi bisa meluas ke lembaga lain. Paling tidak, langkah Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengungkap isu sensitif ihwal langkah Abraham Samad di sekitar proses penentuan bakal calon wakil presiden mengonfirmasi wilayah sensitif tersebut. Terlepas dari benar-tidaknya soal ini, kekisruhan di sekitar pencalonan BG tengah memasuki wilayah politik yang jauh lebih sensitif.

Bahkan, lebih jauh dari itu, menurut perkembangan terakhir, langkah polisi menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto merupakan bentangan fakta betapa besarnya kepentingan di sekitar pengusulan BG. Dengan kejadian ini, hampir dipastikan, segala kemungkinan akan dapat terjadi di ranah penegakan hukum. Satu hal yang pasti, KPK tengah berada dalam ancaman amat serius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.