Gogon 'Srimulat": Saya Menangis Sampai Air Mata Kering

Kompas.com - 06/02/2015, 20:11 WIB
Penampilan Gogon (kiri) dan Tessy dalam acara Syukuran Kelompok Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPenampilan Gogon (kiri) dan Tessy dalam acara Syukuran Kelompok Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelawak kenamaan Margono, yang lebih dikenal dengan nama panggung Gogon, mengaku kaget dan sedih ketika mendapat kabar bahwa rekan seprofesinya di grup komedi Srimulat, Djudjuk Djuariah, telah meninggal dunia dalam usia 67 tahun di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat (6/2/2015) kira-kira pukul 15.10 WIB.

"Baru saja saya nangis sampai air mata kering. Ini kesedihan tiada tara. Teman-teman Srimulat sudah dipanggil semua, saya deg-degan tunggu, antre," ujar Gogon kepada artis peran dan pembawa acara Raffi Ahmad dalam tayangan komedi Pesbukers, yang disiarkan langsung dari Studio ANTV, kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat sore.

"Pak Asmuni sebagai sesepuh sudah dipanggil, Pak Timbul dipanggil, kemarin belum lama Mas Mamiek juga sudah dipanggil," kata Gogon sambil menangis di depan Raffi.

"Saya dipanggil, tapi saya enggak denger," imbuh Gogon.

"Tetep ya masih bisa bercanda," timpal Raffi, yang tampak bingung karena di tengah suasana duka ada gurauan Gogon.

Gogon juga mengaku kaget mendapat kabar duka tersebut.

"Lho, mendadak sontak saya mau berangkat ke suatu tempat dapat kabar duka ini. Saya langsung menangis sampai kering air mata saya," ujar Gogon lagi.

Gogon mengatakan bahwa ia dekat dengan Djudjuk.

"Dia itu sahabat saya, ibu saya, dia yang menghidupi saya," kenangnya.

Djudjuk meninggal dunia dalam usia 67 tahun. Kabar duka itu disampaikan oleh salah seorang putra Djudjuk, Eko Saputro atau Koko, melalui broadcast messages yang kemudian beredar luas di Twitter.

"Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, mama/eyang kami Djudjuk Djuwariah (Srimulat) di RS Sardjito Jogyakarta. Mohon dimaafkan kesalahannya ketika beliau masih hidup," tulis Koko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X