Alex Komang Dikebumikan Berdampingan dengan Makam Ayahnya

Kompas.com - 14/02/2015, 12:34 WIB
Alex Komang hadir dalam acara gala premier film Gunung Emas Almayer, yang dibintanginya, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/11/2014) malam. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAAlex Komang hadir dalam acara gala premier film Gunung Emas Almayer, yang dibintanginya, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/11/2014) malam.
|
EditorKistyarini
SEMARANG, KOMPAS.com – Aktor Alex Komang dikebumikan di kampung halamannya, Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Sabtu (14/2/2015) siang. Dia akan dimakamkan berdampingan dengan makam sang ayah, KH Shohibul Munir.

“Akan dimakamkan berdampingan dengan abahnya Mas Alex. Di kompleks pemakaman Islam Sirandu Desa Pecangaan Kulon,” kata seorang kerabatnya di Jepara, KH Muhammad Nashrullah Huda, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Pihak keluarga besar sudah bersepakat pemakaman digelar abis salat Dzuhur. Keluarga ingin memastikan sebagian besar keluarga besar bisa menghormati dan melihat untuk kali terakhir jenazah Alex.

“Kompleks makamnya di samping gedung Nahdlatul Ulama Majelis Wakil Cabang (MWC) Pecanangaan,” tambahnya.

Aktor yang dilahirkan dengan nama Saifin Nuha itu tutup usia pada Jumat (13/2/2015) pukul 20.00 WIB di Rumah Sakit Kariadi Semarang. Ia menderita sakit kanker hati yang sudah stadium lanjut. Ia meninggalkan seorang istri, Nori dan seorang anaknya.

Putra Jepara kelahiran 17 September 1961 itu mulai debut aktingnya dalam film layar lebar Doea Tanda Mata pada 1985. Berkat aktingnya, Alex diganjar penghargaan dari Festival Film Indonesia (FFI) sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik tahun 1985. Ia merupakan salah satu anak didik mendiang Teguh Karya, sutradara kawakan sekaligus pendiri Teater Populer.

Dalam tiga tahun terakhir, ia membintangi film-film Darah Garuda (2010), True Love (2011), Surat Kecil untuk Tuhan (2011), dan 9 Summers 10 Autumns (2013).

Menjelang detik-detik ajal Alex, aktor kawakan Taufik Rahman melantunkan ayat-ayat Quran dan beberapa potong surat dalam ayat suci Islam tersebut. Kata Rahman, di sela pembacaan ayat itu, dia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kami bacakan ayat suci bisa tenang. Kami bacakan ayat Quran, Yasin juga. Saat di tengah bacaan itu, dia meninggal dunia,” tutur Rohman kepada Kompas.com, Jumat malam.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X