Film Karya Sutradara Indonesia Sempat Berpeluang Masuk Nominasi Oscars 2015

Kompas.com - 21/02/2015, 19:26 WIB
Livi Zheng, sutradara kelahiran Indonesia penggarap film Brush with Danger di AS Dok.Pribadi/LIVI ZHENGLivi Zheng, sutradara kelahiran Indonesia penggarap film Brush with Danger di AS
EditorIrfan Maullana
LOS ANGELES, KOMPAS.com -- "Di Amerika ada hampir kurang lebih 50.000 film yang dibuat pertahunnya. Oscar tahun ini mengundang 300 film untuk mengikuti kompetisinya," papar sutradara Livi Zheng, kepada VOA baru-baru ini.

Perempuan berusia 25 tahun ini mengaku sama sekali tidak menyangka kalau film Brush with Danger yang berdurasi 90 menit karyanya ini berhasil terpilih dalam daftar yang dipertimbangkan untuk meraih nominasi Academy Award 2015 atau Piala Oscar ke-87 untuk kategori Best Picture atau Film Terbaik.

"Jadi waktu filmnya sudah tayang kira-kira sekitar dua minggu di bioskop Amerika, kita dapat surat dari Oscar," cerita perempuan kelahiran Blitar, Jawa Timur ini.

"Suratnya bilang, kita diundang untuk menjadi salah satu kontestan di piala Oscar tahun ini. Karena tidak menyangkanya, aku cuekin suratnya, aku pikir spam, jadi aku tidak jawab. Terus seminggu lagi dikirimi email lagi. Ternyata benar masuk daftar film Piala Oscar tahun ini," lanjut mantan atlet bela diri ini sambil tertawa.

Film Brush with Danger bercerita tentang kakak beradik yang berusaha meraih mimpi mereka melalui kehidupan barunya di Amerika. "Kakaknya bermimpi menjadi pelukis dan adiknya bermimpi menjadi petarung," kisah Livi.

Untuk film ini, Livi tidak hanya berperan sebagai sang sutradara, tetapi juga sebagai tokoh utama dan penulis skenario, bersama sang adik, Ken Zheng, yang juga bermain dalam film bertema drama kejahatan tersebut.

Bisa menghasilkan sebuah karya film yang berpeluang untuk dilirik masuk ke dalam nominasi Oscar menurut Livi banyak tantangannya. "Di Amerika untuk masuk  bioskop itu sulit, karena lawannya film-film lokal yang pemainnya senior, film maker-nya senior," jelas Livi.

"Tidak semua film bisa masuk bioskop, jadi untuk bisa masuk Oscar mungkin harus tayang di bioskop dulu, terus baru dari situ badan Oscar mengundang film yang mereka mau masukkan (ke ajang). Tapi biasanya kalau yang film masuk Oscar itu standarnya sudah harus lumayan seperti standar studio," lanjutnya.

Perempuan yang saat ini tengah mengambil gelar master jurusan film di University of Southern California ini sempat berbagi cerita kepada VOA mengenai film terbarunya, yang bertema aksi.

"Kemarin baru selesai shooting film layar lebar juga. Sekarang lagi dalam post production," papar Livi. "Ceritanya  tentang dua bersaudara yang dikaruniai indra keenam. Ayah mereka sangat abusive jadi mereka melarikan diri dan harus bertahan hidup dengan mempergunakan indra keenamnya," lanjutnya.

Rencananya film yang menampilkan aktor Tony Todd dan aktris Madeline Zima ini akan tayang di Amerika dan Indonesia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X