Ahmad Dhani Belum Serius Soal Bakal Calon Wali Kota Surabaya

Kompas.com - 07/03/2015, 14:05 WIB
Ahmad Dhani diabadikan sebelum tampil dalam acara Mega Konser Dunia di Studio 8 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (6/3/2015) malam. KOMPAS.com/YULIANUS FEBRIARKOAhmad Dhani diabadikan sebelum tampil dalam acara Mega Konser Dunia di Studio 8 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (6/3/2015) malam.
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis musik Ahmad Dhani (42) mengungkapkan bahwa dirinya belum menanggapi serius kabar mengenai namanya yang masuk ke dalam bursa bakal calon Wali Kota Surabaya yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

"Sebenarnya Gerindra sudah mau ketemu saya melalui manajer, cuma saya masih belum menanggapinya secara serius," katanya ketika ditemui KOMPAS.com sebelum tampil dalam acara Mega Konser Dunia di Studio 8 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (6/3/2015) malam.

Menurut Dhani, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sama sekali belum membahas mengenai masalah ini dengan dirinya.

"Beberapa hari ini saya sering bertemu Mas Bowo (biasa Dhani menyapa Prabowo), tetapi beliau belum bilang apa-apa ke saya," tekan pria bernama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo ini.

Selain itu, pentolan band Dewa 19 ini mengaku ingin menjajaki kemungkinan pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya. "Saya juga belum ngerti konsepnya seperti apa dan kita harus menajajaki keseriusannya seperti apa," katanya.

Suami vokalis Mulan Jameela ini butuh banyak pertimbangan jika ingin mengabdi dan melayani kota kelahirannya, Surabaya.

"Sebenarnya sih membangun kota kelahiran manarik bagi saya. Tapi saya juga masih menjajakinya. Saya perlu melihat gimana respon teman-teman saya di sana, misalnya temen SMP, temen SMA, temen sekampung. Mereka antusias enggak? Kan itu bisa jadi indikasi. Kalo  mereka kurang merespon, ya berarti kurang responnya," tekannya.

Nama Ahmad Dhani baru-baru ini diusulkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra sebagai bakal calon wali kota pada Pemilihan Kepala Daerah Surabaya pada Desember 2015 mendatang. Selain Dhani, artis dan model Arzetti Bilbina (38) juga diusulkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai bakal calon pemimpin kota dengan simbol ikan hiu dan buaya itu.

"Nama Ahmad Dhani diusulkan oleh kelompok-kelompok muda ke partai, dan kami sangat mengapresiasinya," kata Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi di Surabaya, Jumat (6/3/2015).

Ahmad Dhani, menurut Sutadi, dinilai memiliki kemampuan memimpin. "Musisi itu cerdas loh. Meski artis, kalau kapabilitasnya bagus, diyakini mampu memimpin. Semisal, Rano Karno di Banten dan Dedy Mizwar di Jawa Barat," kata dia.

Nama Ahmad Dhani dan tokoh-tokoh lain, yang sudah masuk daftar bakal calon wali kota, selanjutnya akan disampaikan kepada publik Surabaya. "Kami masukkan semua nama ke survei dan hasilnya akan dijelaskan posisi mereka di mata masyarakat Surabaya," kata mantan birokrat Pemerintah Kota Surabaya itu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X