Ini Alasan Artis AA Tak Ditahan Polrestro Jaksel

Kompas.com - 10/05/2015, 16:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorAlvin Dwipayana
JAKARTA, KOMPAS.com — Meski terbukti sebagai pelaku prostitusi online, AA, yang diduga artis peran Amel Alvi, tak ditahan oleh Polres Metro Jakarta Selatan. AA hanya berstatus sebagai saksi, sedangkan mucikarinya, RA, diancam hukuman satu tahun empat bulan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru pun menjelaskan alasan AA tidak ditahan. "Kasus yang kami tangani itu Pasal 296 tentang mucikari," ujarnya kepada Kompas.com per telepon, Minggu (10/5/2015). Sementara itu, AA hanya berprofesi sebagai pelaku prostitusi yang dikendalikan oleh mucikari RA. Menurut dia, yang ditangani adalah soal mucikari saja sehingga AA hanya berstatus sebagai saksi.

"Jadi, dalam pasal itu, tidak bisa dipaksakan AA ditahan. Ini karena dia memang hanya sebagai saksi," ucapnya.

Namun, jika memang dalam proses penyelidikan ada perkembangan kasus, dan ditemukan bahwa AA juga berperan sebagai mucikari, Audie mengatakan bahwa AA bisa ikut ditahan serta dijerat pasal yang sama dengan RA, yakni Pasal 296 dan 506 KUHP tentang penyedia jasa PSK atau mucikari atau germo.

"Kalau dia (AA) ternyata memang mucikari juga, ya lain ceritanya. Dia bisa ditahan," tutur Audie.

Seperti diberitakan sebelumnya, artis Amel Alvi membantah bahwa AA yang dimaksud adalah dirinya. Amel menegaskan, dirinya tak pernah ditangkap polisi karena kasus prostitusi online. "Itu bukan aku. Pada salah sangka semua. Artis inisial AA kan banyak. Amel yang lain kali. Ini buktinya aku bisa pegang handphone," jawab Amel ketika dihubungi melalui Blackberry Messenger (BBM) pada Sabtu kemarin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X