Buru Yakuza Vampir, Yayan Ruhian Tinggalkan Pencak Silat

Kompas.com - 24/05/2015, 18:57 WIB
Yayan Ruhian (kanan) hadir dalam pemutaran film yang dibintanginya, Yakuza Vampire: The Great War of The Underworld,  pada Cannes International Film Festival 2015 di Cannes, Perancis, Kamis (21/5/2015) waktu setempat. DINI KUSMANA MASSABUAUYayan Ruhian (kanan) hadir dalam pemutaran film yang dibintanginya, Yakuza Vampire: The Great War of The Underworld, pada Cannes International Film Festival 2015 di Cannes, Perancis, Kamis (21/5/2015) waktu setempat.
EditorAti Kamil
CANNES, KOMPAS.com — Yayan Ruhian (46), pesilat yang menjadi artis peran terkenal berkat permainannya dalam film-film The Raid, mengaku harus meninggalkan gerak-gerak laga pencak silatnya ketika bermain dalam film terbarunya, Yakuza Apocalypse: The Great War of The Underworld.

Film Yakuza Apocalypse, garapan sutradara ternama Jepang, Takashi Miike, bercerita mengenai Akira Kageyama, yang mengagumi Genyo Kamiura. Karena kekagumannya itu, Kageyama masuk ke kelompok yakuza yang dipimpin oleh Kamiura. Kamiura adalah yakuza yang merupakan vampir. Kamiura kejam, tetapi ia dan kelompoknya melindungi para warga setempat.

Perebutan kekuasaan antarkelompok yakuza menimbulkan pertumpahan darah. Kamiura tewas di tangan Kyouken alias Mad Dog, yang dimainkan oleh Yayan. Sebelum tewas, Kamiura sempat menggigit Kageyama. Jadilah Kageyama yakuza vampir sekaligus sasaran baru Mad Dog.

Yayan mengaku, ia harus meninggalkan gerak-gerak laga pencak silat untuk berperan sebagai Mad Dog.

"Dalam peran yang saya mainkan, jurus-jurusnya lebih keras dibandingkan pencak silat yang memiliki kehalusan. Saya wajib untuk mencoba melupakan ilmu dan jurus pencak silat saya karena kan di sini saya harus bermain secara keras dan kejam sebagai seorang penjahat, meskipun mungkin ya ilmu pencak silat saya tidak bisa seratus persen saya tinggalkan dalam berakting," papar Yayan kepada kontributor Kompas.com yang meliput Cannes International Film Festival 2015, Dini Kusmana Massabuau, Kamis (21/5/2015) malam waktu setempat, sesudah pemutaran film tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Yayan mengaku pula sangat menghargai kerja samanya dengan Miike selaku sutradara, para produser, dan distributor film tersebut. Ia mendapati kedisiplinan tinggi dalam kerja sama tersebut.

"Ini mungkin yang membedakannya dengan kerja sama dalam pembuatan film di indonesia. Tidak ada istilah jam karet. Semuanya sangat disiplin dan tepat waktu, begitu terorganisasi dengan baik, tak ada waktu yang terbuang. Bagi saya, ini luar biasa," ujarnya.

Yayan mendapat sambutan meriah pada Cannes International Film Festival 2015 di Cannes, Perancis. Sambutan itu diperolehnya ketika hadir dalam pemutaran Yakuza Apocalypse pada Kamis malam lalu waktu setempat.

Kira-kira dua setengah jam sebelum pemutaran perdana film itu dimulai, publik dan para wartawan sudah mengantre untuk menonton. Mereka sudah mengenal Yayan sebagai pemain film-film The Raid dan ingin bertemu dengan Yayan.

Sebelum film itu diputar, pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, ini naik ke panggung dan menunjukkan aksi bela diri pencak silat di hadapan mereka yang hadir. Aksinya mendapat sambutan tepuk tangan meriah.

Seusai pemutaran Yakuza Apocalypse di Cannes, para penonton bertepuk tangan lagi untuk Yayan, sebagaimana diberikan bagi artis-artis peran besar.

Film Yakuza Apocalypse akan diputar di Eropa, Asia, dan Amerika pada tahun ini. Yayan berharap, film tersebut juga bisa dipertontonkan di Tanah Air.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X