Michelle Ziudith Ingin yang Berbeda untuk 'Magic Hour'

Kompas.com - 07/06/2015, 00:32 WIB
Aktris Michelle Ziudith berpose seusai jumpa pers peluncuran film Magic Hour di Wilshire Restaurant, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGAktris Michelle Ziudith berpose seusai jumpa pers peluncuran film Magic Hour di Wilshire Restaurant, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015).
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Michelle Ziudith berupaya menampilkan yang berbeda saat dirinya membintangi dalam film layar Magic Hour. Bagi Michelle, hal ini cukup menantang bagi dirinya yang besar di dunia sinetron.

"Ini film aku yang dibuat bener-bener. Kesulitannya di film ini adalah buat nampilin sesuatu yang beda dari akting di sinetron. Gimana membedakan akting di sinetron dan layar lebar," tuturnya dalam jumpa pers film Magic Hour di Wilshire Restaurant, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015).

Maka, ia pun rajin bertanya. Baik kepada penulis skenario film Magic Hour, Tisa TS, hingga para kru film. Michelle ingin benar-benar bisa mendalami karakternya sebagai Raina yang bersifat melankolis secara pas.

"Rajin nanya-nanya. Pertamanya tanya dulu sama Mami Tisa. Mau karakter seperti apa? Jangan sampai aku menafsirkannya beda. Akhirnya, aku sering nonton film, cari karakter yang mirip Raina. Aku meniru gesture-nya dan lain-lain," ucapnya.

Magic Hour menjadi film layar lebar perdana produksi Screeplay Films. Sebelumnya, rumah produksi ini telah memproduksi ratusan judul untuk produksi layar kaca melalui sinetron atau film televisi (FTV).

"Industri perfilman nasional memberikan kami kesempatan yang lebih, baik dari sisi ekonomi maupun cakupan dalam pengembangan industri kreatif di Tanah Air," kata produser film Magic Hour, Sukhdev Singh.

Pada debut layar lebarnya, Screenplay Films memilih jenis film drama. "Genre drama memiliki segmen tersendiri yang menurut kami masih cukup menjanjikan," kata Sukdev.

Film yang disutradarai Asep Kusnandar ini semakin kaya visual dengan didukung panorama alam Kawah Ijen. "Magic Hour buatku adalah waktu di mana semua keajaiban, keindahan langit, tergambar di depan mata kita. Indah banget," kata Michelle.

Magic Hour yang pengambilan gambarnya digarap selama 25 hari pada Desember 2014, akan tayang di gedung-gedung bioskop di Indonesia mulai 13 Agustus 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.