Karena Rindu, Garin Nugroho Bikin "Ach... Aku Jatuh Cinta"

Kompas.com - 10/07/2015, 13:27 WIB
Garin Nugroho diabadikan usai menonton film Mencari Hilal di Pejaten Village XXI, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2015) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGGarin Nugroho diabadikan usai menonton film Mencari Hilal di Pejaten Village XXI, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2015) sore.
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com
-- Rupanya sutradara dan produser film Garin Nugroho (54) rindu untuk membuat film komedi romantis kaum muda. Untuk melampiaskan kangennya itu, ia membuat film Ach... Aku Jatuh Cinta.

Betapa Garin tak rindu, sudah 25 tahun ia tidak menyutradarai film komedi romantis kaum muda. Ia menyutradarai film Cinta dalam Sepotong Roti pada 1990. Film tersebut dirilis pada 1991.

"Kenapa bikin film remaja lagi, karena saya sudah lama sekali tidak bikin, setelah film Cinta Sepotong Roti tahun 1990-an. 25 tahun lalu. Bayangin lama sekali. Jadi wajarlah saya kembali lagi bikin film anak muda. Saya tulis dan sutradarai sendiri," kata Garin dalam wawancara usai menonton film Mencari Hilal di Pejaten Village XXI, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2015) sore..

Untuk latar waktu film yang dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Pevita Pearce tersebut, ia memilih 1970-an hingga 1990-an. Garin memiliki alasan yang mendasari pilihannya itu. Menurut Garin, fashion, musik, dan gaya hidup dalam era tersebut menarik untuk diangkat ke film, terutama pada era generasi bunga, pada pertengahan 1970-an dengan fashion warna-warna ceria serta musik rock n' roll.

"Latar 70-an, 80-an dan 90-an kan langka di film Indonesia. Dari segi fashion, musik, dan gaya hidup 70-an kan menarik sekali. Semua orang mengakui itu lah, generasi bunga itu," ujarnya.

"Nanti akan dilihat bagaimana gaya hidup mempengaruhi setiap keluarga. Gaya hidup itu sebetulnya bagian dari sejarah terpenting yang asyik dan kocak kalau dilihat. Kan tidak ada tema film gaya hidup. Gaya hidup itu bagian dari sejarah tragedi, sejarah romantis kita, sejarah komedi kita, di dalam kehidupan," ujarnya lagi.

Proses shooting film tersebut, yang berlangsung dua minggu di Yogyakarta, telah selesai. Sekarang hasil shooting itu sedang diedit.

"Ya, nonton lah. Rilis awal Oktober tahun ini," kata Garin lalu tersenyum.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X