Rhoma Irama Sebut Anak-anaknya Akan Ikut Bangun Partainya

Kompas.com - 20/07/2015, 14:45 WIB
Raja Dangdut, Rhoma Irama, diabadikan sesudah jumpa pers tentang sikap partai politiknya mengenai kerusuhan di Tolikara, Papua, di Kantor Sekretariat MPP Fahmi Tamami Masjid Husnul Khatimah, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2015). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANRaja Dangdut, Rhoma Irama, diabadikan sesudah jumpa pers tentang sikap partai politiknya mengenai kerusuhan di Tolikara, Papua, di Kantor Sekretariat MPP Fahmi Tamami Masjid Husnul Khatimah, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2015).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Raja Dangdut, Rhoma Irama (68), mengatakan bahwa anak-anaknya, antara lain Ridho Rhoma, Vicky Irama, dan Debbie Veramasari, akan turut aktif membangun Partai Idaman (Islam Damai dan Aman), yang baru dibentuknya. Namun, Rhoma belum gamblang menyebut bahwa anak-anaknya akan menjadi kader partainya.

"Selama saya di partai ini, mereka akan ikut aktif membangun partai. Mereka yang sangat bersemangat," ujar Rhoma usai jumpa pers tentang sikap partai politiknya mengenai kerusuhan di Tolikara, Papua, di Kantor Sekretariat MPP Fahmi Tamami Masjid Husnul Khatimah, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2015).

Menurut Rhoma, mereka akan terlibat membangun Partai Idaman karena mereka memiliki pandangan yang sama tentang Indonesia. Mereka melihat dari sisi masyarakat dan umatnya. Misalnya, mereka ingin Indonesia tidak terpecah belah oleh isu SARA yang selalu menjadi pemicu klasik perselisihan.

"Karena mereka melihat situasi Indonesia yang sama. Mereka mendukung ke-bhinneka-an Indonesia," ucap pelantun "Darah Muda" ini.

Rhoma, yang dipercaya oleh elite Partai Idaman sebagai Ketua Umum, memasang target menyambut pertarungan Pemilihan Umum 2019.

"Saya harap Partai Idaman ini jadi idaman Bangsa Indonesia, menjadi partai yang besar," katanya.

Rhoma di kancah politik Tanah Air bukan nama baru. Ia sempat menjadi bakal calon presiden periode 2014-2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, niatnya menjadi calon presiden pupus lantaran perolehan suara PKB tak memungkinkan mengusungnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X