"The Great Composers": Antara Anyer dan Astaga

Kompas.com - 06/09/2015, 15:30 WIB
Oddie Agam, Seno M Hardjo, dan James F Sundah (dari kiri ke kanan) diabadikan usai jumpa pers rencana penggarapan album The Great Composers, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2015). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAOddie Agam, Seno M Hardjo, dan James F Sundah (dari kiri ke kanan) diabadikan usai jumpa pers rencana penggarapan album The Great Composers, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2015).
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Lagu-lagu gubahan James F Sundah dan Oddie Agam ikut mewarnai belantika musik pada era 1980-an sampai 1990-an. Lagu James bahkan sudah kondang sejak paruh kedua 1970-an, yaitu "Lilin-Lilin Kecil". Produser Seno M Hardjo dari label Target Pop menampilkan lagu-lagu karya mereka lewat album seri The Great Composers.

Album memuat 12 lagu (lihat foto sampul album). Lagu "Lilin-Lilin Kecil" gubahan James F Sundah dipopulerkan Chrisye lewat ajang Lomba Cipta Lagu Remaja 1977. Chrisye membawakan dengan suara khas, cenderung lembut, bertempo sedang. Kini di album The Great Composers, penyanyi Virzha membawakan dengan gaya vokal yang serak-serak rock. Ditambah cita suara gitar rock yang cukup keras, sang Lilin terkesan menjadi lebih keras dan menjadi lagu berasa slow rock. Ia tidak jatuh menjadi keras banget, karena ada sentuhan orkestra, dan sedikit pengubahan chord, pada bagian refrein. Terkesan keras-keras, tegas, tapi manis.

"September Ceria" karya James yang dibawakan dengan gaya centil Vina di album Citra Pesona (1982) kini disuarakan penyanyi Maruli Tampubolon. Tentu tidak lagi bergaya centil. Lagu "Memori" karya Oddie Agam yang dulu dilantunkan Ruth Sahanaya kini dinyanyikan Richard Chriss. Sebaliknya, "Arti Kehidupan" gubahan Oddie yang dulu dipopulerkan Mus Mudjiono kini dipercayakan pada penyanyi perempuan Maria Calista.

Mereka membawakan lagu lawas itu dengan penafsiran masing-masing; dengan penggarapan musik yang berbeda dengan versi lagu sebelumnya. Produser Seno M Hardjo mengonsep dan merancang pengemasan setiap lagu sesuai dengan rasa hari ini.

Sebuah lagu memang terbuka untuk ditafsir ulang, direinterpretasi, lewat aransemen baru. Seperti itulah kira-kira konsep album The Great Composers: James F Sundah & Oddie Agam. Bagi yang pernah mengalami masa popularitas lagu-lagu tersebut, terlebih yang punya kenangan pribadi, ada kemungkinan mereka akan membandingkan lagu versi lama dan versi baru. Bagi telinga yang belum terlalu akrab, atau malah belum mengenal materi lagu pada album tersebut, mereka akan menerimanya sebagai lagu baru.

Antara "takdir" dan karya
Apakah lagu versi pembacaan baru itu akan populer seperti lagu versi "original"-nya? James F Sundah dan Oddie Agam punya cerita di balik lagu-lagu tersebut.

Bagi James memang, hal itu sebuah tantangan. Ia memberi contoh lagu "I Will Always Love You" gubahan dan dinyanyikan penyanyi country Dolly Parton pada 1974. Lagu itu menjadi sangat populer saat dinyanyikan kembali oleh Whitney Houston pada 1992 sebagai bagian dari lagu film The Bodyguard yang dibintanginya bersama Kevin Costner.

James mengutip pendapat yang mengatakan bahwa popularitas sebuah lagu itu merupakan gabungan antara karya dan "takdir". Semua pencipta lagu dan produser ingin karya mereka menjadi yang terbaik.

"Tapi, meski sebagai karya bagus, kadang secara 'takdir' ada yang meleset, atau tidak klop saat ditangkap oleh produser eksekutif dan penyanyi," kata James.

"Kami itu bikin lagu, bukan bikin hit. Hit itu menjadi dengan sendirinya," kata James tentang "takdir" lagu tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X