Dewa Budjana Bawakan "Hasta Karma" di Bentara Budaya Jakarta

Kompas.com - 10/09/2015, 14:22 WIB
Dewa Budjana tampil dalam acara peluncuran album solonya yang kedelapan, Hasta Karma, di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2015). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANADewa Budjana tampil dalam acara peluncuran album solonya yang kedelapan, Hasta Karma, di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2015).
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Dewa Budjana akan kembali pentas di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta Pusat pada Kamis (10/9/2015) pukul 19.30 WIB. Kali ini ia akan membawakan komposisi-komposisi musik di album terbarunya "Hasta Karma".

Hasta Karma merupakan album solo terbaru dari musisi Dewa Budjana yang diluncurkan pada medio Maret lalu. 

"Musik yang dicipta oleh Dewa Budjana merupakan pertemuan budaya dengan latar kebalian. Komposisi tersebut juga dibaca oleh para musisi dengan berbagai latar kultural," tulis wartawan harian Kompas Frans Sartono dalam tulisannya beberapa waktu lalu. 

Mereka yang mengapresiasi adalah drummer asal Meksiko yang memenangi Oscar 2015 dengan komposisi dalam film Birdman. Antonio Sanchez. Lalu musisi berdarah Afro-Amerika yang pernah bermain untuk Pat Metheny, yaitu Ben Williams. Juga Joe Locke yang pernah mendukung legenda jazz Dizzy Gillespie sampai penyanyi rock Rod Stewart. Hal ini menandakan komposisi karya Dewa Budjana, dapat diterima dan direspon baik oleh musisi dunia.

Budajan terakhir tapil di Bentara Budaya Jakarta pada Januari 2012 dengan tajuk "Dawai in Paradise", album solo ke-5. Kini musisi Dewa Budjana hadir dengan "Hasta Karma" bersama keempat rekan musisinya yakni Sandy Winarta (drummer), Martin Siahaan (keyboardist), Saat (suling), dan Shadu Rasjidi (bassis).

Latar kebalian di album Hasta Karma terasa pada "Saniscara" dan "Payogan Rain", juga pada komposisi lama "Ruang Dialisis" yang pernah dimuat di album Nusa Damai (1997), ditampilkan kembali di album ini dan dilengkapi semacam kidung tradisi Bali. 

Menurut Budjana, hal itu bukanlah sesuatu yang direncanakan namun muncul begitu saja karena ia tidak menguasai gamelan Bali. Pernyataan ini tentu saja semakin memperkuat keinginan untuk lebih mendengar secara langsung album Hasta Karma, album dengan musik nuansa kultural yang kental.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.