Kuasa Hukum Ahmad Dhani: Polisi Berhak Jemput Paksa Farhat Abbas

Kompas.com - 10/09/2015, 21:15 WIB
Artis musik Ahmad Dhani mengadakan jumpa pers terkait pembentukan Kementerian Seni dan Industri Kreatif oleh dirinya, di kediamannya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014). Kementerian tersebut dibentuknya untuk menandingi Kabinet Kerja Jokowi-JK yang tidak memiliki kementerian yang khusus mengurusi seni dan industri kreatif. TRIBUNNEWS/JEPRIMAArtis musik Ahmad Dhani mengadakan jumpa pers terkait pembentukan Kementerian Seni dan Industri Kreatif oleh dirinya, di kediamannya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014). Kementerian tersebut dibentuknya untuk menandingi Kabinet Kerja Jokowi-JK yang tidak memiliki kementerian yang khusus mengurusi seni dan industri kreatif.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Kuasa hukum artis musik Ahmad Dhani (43), Ramdan Alamsyah, mengatakan bahwa pengacara Farhat Abbas (39) amat mungkin akan dijemput paksa oleh polisi karena telah mangkir dari pemanggilan tahap kedua.

Ramdan menjelaskan, tahap kedua itu berarti Farhat, yang kini berstatus tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Dhani, dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk diserahkan bersama alat bukti ke pihak Kejaksaan.

"Kami dapatkan info Farhat dalam masa pencarian oleh pihak kepolisian. Secara normatif hukum, polisi berhak membawa, menjemput paksa, atau pun melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan," tuturnya kepada para wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2015) malam.

Kehadiran Dhani dan Ramdan ke Mapolda Metro Jaya itu, lanjut Ramdan, awalnya untuk memertanyakan mengapa Farhat belum juga diserahkan ke Kejaksaan, padahal berkasnya sudah lengkap atau P21 sejak seminggu lalu. Ternyata, menurut informasi polisi, Farhat sudah dua kali tak memenuhi pemanggilan penyidik.

"Yang pasti surat pemanggilan dilayangkan dua kali ke rumahnya di Bogor. Tapi, nyatanya Farhat tidak memenuhi. Kami harap polisi menangkap Farhat. Menurut saya ini tidak menghargai prosedur hukum yang ada. Artinya, Farhat saya melihat kurang berani hadapi masalah," tutur Ramdan lagi.

Diwawancara secara terpisah, Dhani mengatakan hal yang sama dan berharap Farhat berani menghadapi proses hukum.

"Normatifnya, pasti akan dijemput paksa. Dijemput polisi kan enggak enak. Sebenarnya hadapi saja proses hukumnya dengan biasa. Kalau enggak bersalah kan bisa dibuktikan di pengadilan. FA ini kan bukan penegak hukum, dia orang biasa yang bisa terseret ke masalah hukum," kata Dhani.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.